Bagi-bagi Uang di KLB, Tri Dianto Sindir Taubat Nazaruddin

Dedy Priatmojo
·Bacaan 3 menit

VIVA – Mantan politikus Partai Demokrat yang juga loyalis Anas Urbaningrum, Tri Dianto angkat suara soal kemunculan Muhammad Nazaruddin dalam kisruh Partai Demokrat dengan digelarnya kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat, 5 Maret 2021 lalu.

KLB Deli Serdang menghasilkan keputusan mengangkat Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum, sekaligus mendongkel kepemimpinan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Nazaruddin tampil sebagai salah satu pendukung KLB Deli Serdang dan Moeldoko. Fotonya bersama Moeldoko pun viral di media sosial. Dalam foto tersebut nampak Moeldoko di tengah dan Nazaruddin yang menggunakan kemeja biru berbalut jaket hitam berada di sebelah kiri.

Isu lain juga mengungkap peran penting Nazaruddin dalam KLB Deli Serdang. Salah satu peserta KLB mengonfirmasi peran Nazaruddin sebagai suksesor acara KLB Deli Serdang yang mendaulat Moeldoko sebagai ketua umum.

Mantan Wakil Ketua DPC Kotamobagu Sulawesi Utara, Gerald Piter Runtuthomas, yang hadir di KLB Deli Serdang mengatakan Nazaruddin merupakan orang yang memberikan uang kepada peserta yang mengamuk saat hadir dalam KLB tersebut.

Peserta yang mengamuk lantaran janji tidak ditepati, di mana awalnya mereka yang hadir di KLB diiming-imingi uang Rp100 juta, tetapi nyatanya hanya dikasih Rp5 juta.

Tri Dianto pun merespon tweet netizen di media sosialnya soal kehadiran Nazaruddin di KLB Deli Serdang dan sepak terjangnya. Seperti diketahui, Nazaruddin merupakan seteru Anas Urbaningrum, pun para loyalis pendukungnya.

Gara-gara 'nyanyian' Nazaruddin pula, Anas jadi pesakitan di KPK. Sejak itulah Anas secara pribadi maupun para loyalisnya perang opini menangkis tuduhan Nazaruddin soal keterlibatan Anas di kasus korupsi Wisma Atlet dan Hambalang.

"Coba nyerangnya gemana. Aku aja kaget ko dia muncul lagi. Katanya dulu setelah bebas mau mendekatkan diri sama gusti alloh," tulis Tri Dianto di akun Twitternya pribadinya dikutip VIVA, Selasa, 9 Maret 2021.

Sementara itu, loyalis Anas lainnya, Ian Zulfikar memastikan Anas Urbaningrum sama sekali tidak terlibat dalam gerakan kudeta kepemimpinan AHY, apalagi ikut campur di KLB Deli Serdang. Namun, jika ada para loyalis Anas ikut bergabung di KLB Deli Serdang, dipastikan bukan instruksi Anas Urbaningrum.

"Kalau ada pribadi-pribadi yang terlihat masuk disana (KLB Deli Serdang), itu ya pribadi mereka masing-masing toh kan mereka pernah di Demokrat dulu," ujar Ian kepada VIVA.

Namun demikian, menurut Ian, kehadiran Nazaruddin dalam forum KLB Deli Serdang menjadi catatan tersendiri bagi para loyalis Anas Urbaningrum. Nazaruddin, kata dia, sudah banyak merugikan Anas Urbaningrum dengan fitnah-fitnahnya.

"Saya kira kalau teman-teman yang tahu disitu ada Nazaruddin, bisa dipastikan mereka tidak mau bergabung. Jadi kita enggak tahu, saya sendiri juga enggak tahu apakah Nazaruddin bergabung, walaupun fotonya beredar," kata Ian.

Nazaruddin sendiri setelah dinyatakan bebas murni pada 13 Agustus 2020 lalu, mengakui akan lebih fokus mengejar urusan akhirat. Ia bersyukur dinyatakan bebas murni dan menjadikan masa hukuman di Lapas Sukamiskin sebagai pengalaman untuk mengubah hidupnya untuk menjadi lebih baik.

"Bagi saya, semua bagi saya perjalanan yang memang harus saya lalui. Yang pasti bersyukur. Alhamdulillah semua ada hikmahnya," ujar Nazaruddin di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2020.

Nazaruddin menyiratkan tak mau berandai-andai soal rencana aktivitasnya nanti dan apakah akan kembali berpolitik. "Ke depan saya kejar akhirat. Soal dunia biar Allah yang ngatur," katanya.