Bagnaia petik pelajaran dari Q2 untuk duel penentuan di Valencia

Francesco Bagnaia kewalahan mendapatkan kecepatannya saat latihan dan kualifikasi namun pebalap Ducati itu mengambil pelajaran berharga dari sesi tersebut untuk duel penentuan gelar juara dunia di Valencia, Minggu.

Bagnaia yang unggul 23 poin dari pebalap Yamaha Fabio Quartararo, bakal start dari P8 saat rival utamanya itu berada empat posisi di depan.

Quartararo mau tak mau harus menang pada seri penutup musim tersebut agar mempertahankan gelarnya, dengan syarat Bagnaia finis P15 atau lebih rendah.

Pekerjaan yang tidak mudah bagi pebalap Yamaha itu karena rivalnya secara matematis hanya membutuhkan tiga poin untuk menjadi kampiun musim ini.

Bagnaia mengakui kualifikasi tidak berjalan sesuai rencana karena dia kewalahan membuat motornya kencang bersama ban barunya.

Baca juga: Martin klaim pole GP Valencia, Quartararo empat posisi di depan Pecco

"Dari kemarin kami kesulitan dengan ban baru dan juga untuk time attack, saya dan dua atau tiga pebalap lain Ducati memiliki kendala yang sama," kata Bagnaia dalam keterangan resmi MotoGP.
\
"Kami harus mempertimbangkan hal positifnya dan saya rasa kecepatan kami dengan ban bekas cukup baik, dengan ban baru kami sedikit kewalahan ketimbang para pebalap lain tapi saya rasa mulai lap 8-10 kami bisa kompetitif dan mulai berada di depan."

Bagnaia berada di luar persaingan gelar pada paruh pertama musim ini setelah mengantongi empat DNF tapi pebalap Ducati itu panen poin, khususnya setelah jeda musim panas untuk mengubah defisit 91 poin menjadi keunggulan 23 poin dari rival terdekatnya dalam klasemen.

Di kubu Yamaha, Quartararo memiliki modal cukup baik setelah motornya menunjukkan "race pace" yang bisa diandalkan serta posisi start yang lebih menguntungkan.

"Iya, saya rasa kami punya peluang (menang dari P4). Kecepatan kami terlihat jauh lebih baik dari posisi start kami di balapan," kata Quartararo.

Baca juga: Franco Uncini pensiun sebagai Safety Officer FIM pada akhir 2022

Quartararo mengaku memaksa motornya melaju berada di atas limit saat menjalani kualifikasi hingga dia terpaut 0,279 detik dari catatan Jorge Martin yang menempati pole position.

Meski demikian, dia cukup puas dengan posisi start dari baris kedua dan akan berupaya tampil agresif sejak awal.

"Lap-lap pertama akan krusial dan sangat penting untuk tidak membuat kesalahan yang konyol, tapi saya merasa siap dan saya rasa kai akan melakukan tugas ini dengan cukup baik," kata sang pebalap Prancis.

Sementara itu, Martin masih mengincar kemenangan pertama pada musim ini, dan apabila menjuarai balapan pada Minggu nanti Bagnaia secara otomatis menjadi juara dunia.

GP Valencia juga akan menjadi arena penentuan gelar juara dunia Moto2 antara Augusto Fernandez (Red Bull KTM Ajo) dan Ai Ogura (Idemitsu Honda Team Asia) yang dipisahkan 9,5 poin dalam klasemen.

Sedangkan titel Moto3 tahun ini telah direbut Izan Guevara dari tim GASGAS Aspar di Phillip Island, Australia.

Baca juga: Marini kalahkan Martin dan Miller saat Ducati dominasi FP2 GP Valencia