Bahan Bakar Apa Yang Cocok Dengan Kendaraan Anda?

Oktan adalah angka yang menunjukkan berapa besar tekanan maksimum yang bisa diberikan di dalam mesin sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran bensin dan udara (berbentuk gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum terkena percikan api dari busi.

Jadi, semakin kecil angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan. Pembakaran yang tidak spontan ini yang menimbulkan gejala ngelitik atau knocking di dalam mesin. Pembakaran tidak spontan ini sebisa mungkin dihindari dengan penggunaan angka oktan yang lebih tinggi.

Semakin tinggi Research Octane Number (RON) maka akan membuat semakin tinggi pula titik didih bahan bakar. Dengan semakin tinggi titik didih, pembakaran bisa lebih sempurna. Karena bahan bakar bisa dimampatkan hingga tekanan paling tinggi sebelum diledakkan api dari busi. Dengan demikian irit tidaknya BBM pada kendaraan juga ditentukan oleh penyesuaian bahan bakar dengan spesifikasi mesin kendaraan.

Memilih BBM yang baik untuk kendaraan kita adalah penggunaan angka oktan yang harus sesuai dengan tekanan kompresi kendaraan kita. Semakin tinggi kompresi mesin, maka sebaiknya menggunakan BBM berangka oktan tinggi.

Untuk kendaraan berkompresi di bawah 9:1 masih dapat menggunakan premium, namun untuk kendaraan dengan kompresi di atas 9:1 sebaiknya menggunakan pertamax sedangkan kendaraan dengan kompresi di atas 10,1 ke atas sebaiknya menggunakan pertamax plus.

Tahukah Anda, apabila penggunaan kadar oktan tidak sesuai dilakukan terus menerus maka dapat menyebabkan piston menjadi bolong karena mesin selalu menghadapi masalah knocking setiap kali mesin mobil bekerja atau bahkan saat mobil dipaksa berakselerasi untuk mendahului kendaraan lain. Apalagi seringnya penggunaan kendaraan untuk menempuh jarak jauh.

Bensin oktan 92 dikenal dengan nama Pertamax (produksi Pertamina), Super (produksi Shell), dan Primax (produksi Petronas). Sedangkan bensin oktan 95 biasa disebut Pertamax Plus (Pertamina), Super Extra (Shell), dan Primax95 (Petronas). Biasanya angka oktan rekomendasi pabrik ini dicantumkan dalam buku manual maupun di dekat tutup tangki bensin mobil.

Struktur bensin yang baik adalah dengan komposisi n-heptana 0% dan iso-oktana 100%, n-heptana adalah rantai karbon lurus sedangakan iso-oktana adalah rantai karbon bercabang. Apabila struktur suatu BBM lebih banyak rantai percabangan maka bensin tersebut lebih sulit untuk terbakar dan dikategorikan dalam bensin bermutu baik sebaliknya bila komposisinya lebih banyak rantai karbon lurusnya maka bensin tersebut bermutu kurang baik.

Berikut beberapa contoh daftar kendaraan baik mobil maupun sepeda motor yang cocok untuk menggunakan bahan bakar Premium hingga Pertamax Plus:

Sepeda motor yang bisa menggunakan Premium berdasarkan kompresi mesinnya:

Mio (8.8:1)
Jupiter (9.0:1)
F1ZR (7.1:1)
RX-KING (6.9:1)
Nouvo (8.8:1)
Honda Supra (8.8:1)
Kawasaki Ninja RR 150 (7.2:1)

Mobil yang bisa menggunakan Premium berdasarkan kompresi mesinnya:

S. APV (9,0:1)
S. Karimun (8,8:1)
S. Katana (8,8:1)
S. Carry 1.5 (8,9:1)
S. Carry 1.0 (8,9:1)
S. Carry 1.3 (9,0:1)
S. Side Kick (8,9:1)

Sepeda motor yang harus gunakan Pertamax hingga Pertamax Plus berdasarkan kompresi mesinnya:

Vega-R (9.3:1)
Vega-ZR (9.3:1)
Jupiter-Z (9.3:1)
Jupiter MX-135LC (10.9:1)
Scorpio-Z (9.5:1)
VIXION (10.4:1)
Majesty 125 (11:01)
Scorpio (9.5:1)
Satria FU (10.2:1)
Shogun New FL125 Series (9.6:1)
Shogun FD125 X (9,5:1)
Spin 125 (9.6:1)
SkyWave 125 (9.6:1)
Honda Tiger (9.0:1)
Honda Megapro (9.0:1)
Honda Absolute Revo (9.0:1)
Honda Supra PGM FI (9.0:1)
Honda Blade (9.0:1)
Honda CS-1 (10.7:1)
Honda Vario (10,7:1)
Honda CBR 150R (11:1)
Honda Beat 125 (9.2:1)
Honda Scoopy (9.2:1)

Untuk sepeda motor kawasaki mesin 4 tak semua memiliki kompresi mesin tinggi sehingga minimal harus menggunakan bahan bakar Pertamax. Begitu pula untuk mobil keluaran di atas tahun 2000 yang memiliki teknologi mesin seperti VVT-i, VTI, EFI, Double Vanos dan rata-rata seluruh mobil keluaran BMW, Mercedes-Benz, Audi dan lain-lain haruslah minimal menggunakan Pertamax. (kpl/vin)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.