Bahan pangan di puluhan pasar Jaksel layak konsumsi

Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memastikan bahan pangan di puluhan pasar di daerah itu layak untuk dikonsumsi masyarakat.

"Kita pengawasan di 22 pasar tradisional dan lima swalayan sampai Oktober ini yang dilakukan tiga kali putaran dalam setahun," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan (Sudin KPKP Jaksel) Hasudungan saat dihubungi, Jakarta, Senin.

Hasudungan menambahkan total sampel yang telah diambil Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan yakni sebanyak 2.923 sampel sampai Oktober 2022.

Rincian sampel bahan pangan yang diambil yakni produk peternakan 426 sampel, perikanan 873 sampel, dan pertanian 1624 sampel.

Baca juga: Jakarta Barat pastikan bahan pangan di tiga pasar aman dikonsumsi

Komoditi pangan yang diambil sampel meliputi produk hasil pertanian seperti beras, buah-buahan dan sayuran.

Sedangkan produk hasil peternakan meliputi daging sapi, daging ayam, jeroan atau usus serta produk perikanan yakni ikan segar dan olahan ikan.

Dalam pengawasan tersebut, pihaknya mendapati kasus positif alias mengandung zat kimia berbahaya seperti adanya formalin, boraks dan sebagainya dalam produk makanan.

"Kami mengambil empat sampel perikanan dan tiga sampel dari peternakan yang ditemukan tidak layak konsumsi," tambahnya.

Baca juga: Pemkot periksa bahan pangan pasar demi memastikan kesehatan warga

Pihaknya menegaskan akan langsung memusnahkan sejumlah bahan pangan tak layak konsumsi usai diperiksa di laboratorium agar bebas residu dan tidak diperjualbelikan kembali oleh sang penjual.

Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan secara rutin melakukan pengawasan untuk menjamin keamanan dan kesegaran pangan hasil pertanian, perikanan, dan produk hewan yang beredar di pasaran.

Dengan harapan, peredaran bahan pangan berbahaya di pasar wilayah Jakarta Selatan dapat dicegah dan kesehatan warga juga terjaga dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan tanggung jawab pelaku usaha dalam memproduksi dan menjual pangan yang aman termasuk mengurangi potensi penggunaan bahan berbahaya," tegasnya.

Baca juga: Pemkot Jaktim periksa sampel bahan pangan di lima pasar tradisional