Bahan Petasan Meledak, Sebuah Rumah di Sleman Hancur

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah rumah di Dusun Plosokuning, Kalurahan Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY yang dipakai untuk menyimpan bahan petasan dan meraciknya hancur karena ledakan, Jumat (22/4).

Kapolsek Ngaglik Kompol Anjar Istriani mengatakan ledakan yang menyebabkan sebuah rumah hancur ini terjadi sekitar pukul 07.45 WIB. Anjar menuturkan selain menghancurkan sebuah rumah juga membuat 8 rumah di sekitar lokasi mengalami kerusakan berat maupun ringan.

"Rumah milik Pak Munadi, rumah kosong. Ledakan tadi cukup keras tapi tidak ada korban jiwa, cuma keadaan rumah hancur," tutur Anjar.

Anjar menerangkan pihaknya telah memeriksa lima orang saksi terkait ledakan ini. Saksi yang diperiksa mulai dari pemilik rumah hingga warga sekitar.

Sementara itu Wakil Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda DIY AKP Sucipto menerangkan usai terjadi ledakan tim Gegana pun melakukan sterilisasi di lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan, kata Sucipto rumah yang hancur karena ledakan ini dipakai untuk menyimpan bahan dan meracik petasan.

Sucipto menuturkan dari hasil sterilisasi ditemukan ada sejumlah bahan yang ditemukan diantaranya sulfur, klorat dan bubuk arang. Sucipto membeberkan bila tiga bahan itu diracik maka bisa menghasilkan ledakan low explosive.

Sucipto mengungkapkan pihaknya belum bisa menyimpulkan pemicu ledakan. Hanya saja Sucipto menduga ledakan terjadi karena faktor lingkungan.

"Faktor lingkungan itu ada karena panas kemudian ada faktor lingkungan lain pula. Bisa saja memicu menghasilkan gesekan, benturan dan sebagainya. Kemudian akan memicu dari bahan itu (bereaksi)," ucap Sucipto.

Sucipto memaparkan dari pemeriksaan sementara diketahui bahan-bahan yang disimpan di rumah tersebut diketahui dibeli online secara terpisah. Rencana, lanjut Sucipto, bahan-bahan akan dipakai untuk membuat petasan.

"Dari keterangan bahan ini jumlahnya dua kilogram. Di lokasi kami temukan ada yang sudah jadi mercon dan sudah terangkai," urai Sucipto. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel