Bahar bin Smith Bebas dari Rutan Polda Jabar Dini Hari Tadi

Merdeka.com - Merdeka.com - Bahar Bin Smith akhirnya menghirup udara bebas. Bahar bebas dari Rumah Tahan (Rutan) Polda Jawa Barat pada Kamis (1/9) dini hari tadi. Bahar bebas atas putusan hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung sebagaimana vonis banding. Dia dijemput keluarga saat keluar dari Rutan.

Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Bahar Bin Smith mengatakan, kliennya keluar pukul 03.00 WIB.

"Sudah tadi pagi habib keluar dari Rutan Polda Jabar. Kondisinya sehat dan bugar," kata Ichwan kepada Merdeka.com.

Kerabat serta beberapa anggota keluarganya, kata dia, menjemput Bahar di Rutan Polda Jabar. Usai dijemput, yang bersangkutan bertolak ke kediamannya di Pondok Pesantren Tajjul Allawiyin, Kabupaten Bogor.

"(Habib) langsung ke Tajjul (Allawiyin), pesantren. Kediaman beliau," ujarnya.

Ia mengatakan, kliennya belum berencana kembali berceramah. Saat ini, kliennya ingin menghabiskan waktu dulu bersama keluarganya.

"Beliau ingin fokus dengan keluarga," jelasnya.

Bebasnya Bahar dibenarkan oleh Kasi Intel Kejari Bale Bandung Andie Dwi Subianto. Dia menuturkan, dibebaskannya Bahar usai adanya penetapan putusan hakim PT Bandung. Pihak jaksa melakukan eksekusi atas putusan itu.

"Ya sudah bebas murni. Karena kan tujuh bulan ya (putusan hakim PT Bandung), sudah pas hari ini," kata Andrie.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung memperberat hukuman Bahar menjadi tujuh bulan penjara. Namun hakim meminta agar Bahar dikeluarkan dari tahanan.

Keputusan itu sebagaimana putusan hakim PT Bandung yang diketuai oleh Untung Widarto dan dua anggota Majelis Elly Endang dan Robert Siahaan. Sebagaimana dikutip dari laman Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (31/8), PT Bandung menerima banding jaksa atas vonis 6 bulan 15 hari Bahar.

Vonis hakim PT Bandung lebih berat ketimbang vonis hakim PN Bandung yang sebelumnya memvonis Bahar dengan hukuman enam bulan 15 hari. Dalam putusannya, hakim PT Bandung menilai Bahar bersalah menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau tidak lengkap.

Vonis itu dikurangkan dari masa penahanan yang telah dijalani. Hakim juga meminta agar Bahar dibebaskan dari penjara.

"Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari tahanan rumah tahanan negara," kata hakim. [cob]