Bahasa Vicky Zaskia Gotik Dimengerti Keluarganya

TEMPO.CO, Jakarta - Tersebarnya video Vicky Prasetyo sedang berpidato dalam pemilihan Kepala Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Bekasi justru dijadikan olok-olok di media sosial. Pasalnya, Vicky banyak menggunakan istilah baru serta menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia agar terlihat intelek.

"Kalau gambaran saya bahasa intelek atau apanya, mereka semua bisa lihat kok dari kehidupan keluarga kita. Apakah di kampung itu kita sukses atau nggak," kata Nicolaiberti, adik Vicky Prasetyo,  lewat sambungan telpon Selasa, 10 September 2013.

Diakui oleh Nico, dalam keseharian Vicky memang selalu menggunakan bahasa dengan kosa kata yang tidak biasa didengar dalam obrolah keseharian. "Keseharian dia bahasanya sama.  Dengan siapapun dia bicara, bahasanya selalu sama. Pembicaraan dia nggak ada bedanya. Kita sekeluarga bisa menangkap apa yang dibicarakan kok," kata adik ketiga Vicky ini.

Nico menjelaskan bahwa gaya berbahasa yang digunakan oleh Vicky sudah lama seperti itu bahkan jauh sebelum ia mengklaim pernah mengenyam pendidikan ke luar negeri. "Sebelumnya juga udah kayak gitu. Yang namanya sudah sifat, cara dia berbicara, ya udah kayak gitu. Tapi kan yang penting kita paham kok."

Dalam pembicaraan di video Youtube, Vicky mengatakan, "I am from the birthday in Karang Asih," kata pemuda kelahiran Bekasi, 7 Januari 1983. Dalam jumpa wartawan ketika bertunangan dengan Zaskia Gotik, Vicky menggunakan kata-kata yang aneh seperti labil ekonomi, kontroversi hati dan konspirasi kemakmuran.

AISHA SHAIDRA

Berita Lain:

Vicky Zaskia Gotik Ditipu dalam Pemilihan Lurah

Ditawari Vicky Mobil, Zaskia Gotik Jual Cincin

Raisa Hobi Unggah Foto di Jejaring Sosial

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.