Bahaya, Armada Perang Inggris Siap Obrak-abrik Blokade Militer Rusia

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dibuat geger dengan konflik yang melibatkan Rusia dan Ukraina. Perseteruan kedua negara bahkan dinilai bisa memicu terjadinya Perang Dunia III.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Kamis 15 April 2021, seputar rencana Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces) mengirim dua unit kapal perangnya ke Laut Hitam ternyata hanya hisapan jempol.

Awalnya, militer Amerika Serikat (AS) disebut akan mengambil sejumlah langkah untuk mengakhiri ketegangan Rusia dan Ukraina. Akan tetapi, rencana itu ternyata tidak benar. Adalah Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, yang mengungkap soal batalnya pengerahan armada tempur militer AS.

Di sisi lain, Departemen Pertahanan AS (US Departement of Defense) memastikan bahwa pengerahan armada kapal perangnya masih belum mendapat persetujuan.

Sebaliknya, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia memastikan akan memblokade Selat Kerch di Laut Hitam dengan dalih menggelar latihan militer. Sementara, aktivitas militer Rusia di perbatasan Ukraina semakin meningkat.

Kabar terbaru beredar, Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris (Royal Armed Forces) tengah menyiapkan armada perangnya untuk bergerak ke Laut Hitam.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Independent, militer Inggris tak hanya akan mengirim kapal perangnya. Armada tempur militer Inggris juga disebut akan diperkuat dengan pengerahan jet tempur siluman F-35 Lightning II.

Seorang perwira senior Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) yang tak disebutkan namanya, membenarkan informasi itu. Militer Inggris berencana akan memulai operasi militernya pada Mei 2021 mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas antar sesama anggota NATO.

Satu unit kapal perusak Type 45 dengan rudal anti-pesawat, dan satu unit kapal frigate anti-kapal selam Type 23 akan bergerak dari Laut Mediterania. Kedua kapal perang militer Inggris akan berangkat ke Laut Hitam usai mengakhiri misi bersama Grup Kapal Induk Angkatan Laut Inggris.

Tak cuma di matra laut, Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force) juga memanaskan armadanya. Jet tempur siluman F-35 dan Helikopter anti-kapal selam AgustaWest AW 101 Merlin akan jadi andalan dalam operasi nanti.

Kedua kendaraan tempur udara itu akan berangkat dari Kapal Induk HMS Queen Elizabeth, yang juga berada di Laut Mediterania.

Jika rencana berhasil dijalankan, maka Inggris akan jadi negara anggota NATO pertama yang mencoba menerobos blokade militer Rusia.