Bahaya! Berat Badan Turun Tanpa Diet, Waspada Gangguan Kesehatan Mental

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Kenaikan berat badan bisa memiliki konsekuensi yang berbahaya, tetapi jika berat badan turun drastis pun juga perlu diwaspadai. Penurunan berat badan ini dapat terjadi dengan berbagai alasan, mulai dari program diet, makan yang tidak sehat dan gizi buruk hingga penyakit penuaan.

Namun, jika tidak melakukan diet dan mengalami penurunan berat badan terus menerus hingga rambut rontok, mungkin ini adalah kondisi medis yang serius. Karena, ketika tidak sedang menjalani program diet apapun, maka berat badan dapat naik dan turun sepanjang hidup seseorang.

Penurunan berat badan secara tiba-tiba dan rambut rontok atau terus menipis patut dicurigai. Pasalnya, kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan mental atau tindakan yang dapat merugikan diri sendiri. Berikut penjelasan dari penurunan berat badan drastis tanpa sedang menjalani program diet yang Fimela rangkum dari Liputan6, Kamis (28/10/2021).

Mengapa Berat Badan Turun Padahal Tidak Sedang Melakukan Diet?

Ilustrasi Risiko Diet IU Credit: pexels.com/Mikhail
Ilustrasi Risiko Diet IU Credit: pexels.com/Mikhail

Penurunan berat badan hingga rambut rontok termasuk anoreksia nervosa dan bulimia yang terjadi akibat gangguan mental. Hal ini terjadi ketika seseorang memiliki citra tubuh yang tidak realistis dan memiliki ketakutan yang kuat untuk mendapatkan berat badan yang berlebih atau gemuk. Penderita akan berpikir bahwa ia terlalu gemuk dan tidak menyadari kondisinya ini.

Selain anoreksia, terdapat hipertiroidisme yang merupakan sebuah penyakit yang mengakibatkan penurunan berat badan yang ekstrim. Saat sel-sel kanker telah merajalela di seluruh tubuh, penurunan berat badan yang tidak disengaja dapat terjadi dan ini tidak dapat dijelaskan.

Umumnya, depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi seseorang dalam pola makan sehingga mengalami penurunan berat badan serta pertumbuhan rambut yang tidak sehat.

Curigai Penurunan Berat Badan yang Drastis

Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai
Ilustrasi Timbangan Berat Badan Credit: unsplash.com/iyunmai

Stres, perubahan hormon serta sejumlah obat dapat menimbulkan efek samping sehingga menyebabkan rambut rontok dan penurunan berat badan yang drastis, menurut Merck. Infeksi jamur serta penyakit kekebalan lainnya juga bisa menyebabkan alopecia, di mana rambut rontok dan penurunan berat badan terjadi secara tiba-tiba.

Penurunan berat badan ketika tidak melaksanakan program diet atau tanpa sebab lainnya perlu di waspadai. Karena kondisi sistemik seperti lupus, endokrin, intoleransi makanan hingga gangguan pencernaan pun dapat menyebabkan gejala penurunan berat badan dan rambut rontok tersebut.

Jangan dianggap sepele, jika mengalami kondisi seperti ini, Sahabat Fimela harus mencurigai dan mencari tahu penyebabnya. Hubungi para ahli atau profesional agar terhindar dari gangguan kesehatan mental ataupun fisik lainnya.

Ditulis: Atika Riyanda Roosni

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel