Bahaya di Balik Minim Ganti Pembalut saat Menstruasi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Periode menstruasi pada remaja putri menjadi momen yang sangat penting untuk bisa menjaga area kewanitaan. Sayangnya, rendahnya edukasi terkait pola mengganti pembalut, malah berdampak bahaya bagi fungsi organ reproduksi.

BeDdata Burnet Institute and Partners (2015) dan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Daardan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2017), menunjukkan bahwa hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan pada saat menarke (siklus menstruasi pertama).

Dari data yang sama, hanya 6 dari 10 anak yang bertanya mengenai menstruasi ke ibunya. Ironisnya, ibu justru menjadi sumber stigma, mitos, kepercayaan dan miskonsepsi yang merugikan kesehatan perempuan.

Sehingga, hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mengganti pembalut setiap 4-8 jam. Sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari.

Bahkan, hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti menyebut bahwa hal-hal tersebut bisa memicu rasa gatal, iritasi hingga infeksi di sekitar vagina.

"Pada saat menstruasi, risiko infeksi meningkat karena bertambahnya jumlah bakteri buruk di vagina, akibat turunnya tingkat keasaman vagina karena keberadaan darah haid," jelasnya, dalam acara virtual bersama Mundipharma bertajuk 'Sehat dan Bersih saat Menstruasi' baru-baru ini.

Selain menurunnya keasaman vagina, momen menstruasi sangat rentan memicu kondisi lembap. Hal itu yang membuat vagina rentan gatal sehingga membuatnya lebih mudah iritasi.

"Ada beberapa penyebab rasa gatal tersebut, yang paling sering karena kelembapan saat haid. Coba lebih sering mengganti pembalut, saat siang sedapatnya 3-4 jam sekali atau setiap saat terasa pembalut sudah basah agar tidak lembap dan mengiritasi," imbuhnya.

Oleh karena itu, penting untuk menerapkan perilaku hidup sehat di antaranya membersihkan vagina secara benar, teliti dan berkala. Ingat, saat membersihkan harus menggunakan air bersih mengalir dengan cairan pembersih antiseptik kewanitaan yang sesuai dengan pH vagina dan dapat digunakan saat menstruasi.

Serta, menggunakan pembalut bersih dan dapat menyerap darah dengan baik. Yang juga seringkali terlupakan adalah cara membasuh area kewanitaan saat menstruasi. Apabila merasakan gejala yang tidak normal saat menstruasi, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter

"Kalau kita bersihkan dari belakang ke depan maka kotoran dari anus bisa masuk ke vagina yang saat itu sedang banyak darah, sehingga mudah sekali bakteri berkembang biak dan menyebabkan infeksi pada vagina bahkan saluran kemih dan menyebabkan infeksi saluran kemih," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel