Bahaya Gunakan Ponsel saat Dicas

Merdeka.com - Merdeka.com - Menggunakan ponsel ketika sedang pengisian daya atau dicas mungkin sering dilakukan masyarakat. Akan tetapi, tindakan tersebut rupanya memiliki dampak bahaya yang patut diwaspadai.

Seperti kasus seorang anak usia 9 tahun di Ciamis, Jawa Barat, yang meninggal dunia diduga akibat ledakan ponsel. Berdasarkan keterangan orang tua korban, anak tersebut memainkan ponsel miliknya sambil diisi dayanya dengan posisi tiduran. Sang anak ditemukan meninggal dengan luka bakar di bagian dada.

Lantas, apakah benar menggunakan ponsel sambil dicas dapat menyebabkan ledakan?

Pengamat teknologi, Lucky Sebastian menjelaskan, adanya kemungkinan ponsel terbakar atau meledak ketika sedang diisi dayanya. Hal ini diakibatkan dari panas berlebih atau overheat yang dialami ponsel karena pemakaian yang tidak normal.

"Memang ponsel saat dicharge sudah panas, kemudian kalau digunakan (maka) dia akan bertambah panas lagi. Nah ini kadang-kadang berlebihan. Panas berlebihan itu musuh dari baterai lithium. Kalau baterai faulty, kemungkinan bisa terbakar,” jelasnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (5/8).

Namun, yang menjadi perhatian utama adalah pemilihan kabel dan kepala charger untuk pengisian daya. Apabila kabel dan kepala charger tidak orisinil, maka kemungkinan meledak semakin besar.

Dia mengungkapkan, tidak adanya fungsi keamanan yang mampu mencegah ponsel agar tidak mengalami panas berlebih menjadi salah satu penyebab ledakan.

"Biasa kalau charger enggak orisinil itu murah karena salah satunya menghilangkan fungsi pengamanan. Salah satunya mengatur arus supaya keluarnya pas dan antara charger dengan ponsel bisa saling komunikasi, menyesuaikan arus yang masuk. Kalau charger murah atau ga bagus tidak punya fungsi ini,” terang Lucky.

Pengamat teknologi dari situs Ponselmu.com, Herry SW menjelaskan, pentingnya memilih kabel dan kepala charger dengan kualitas baik.

"Normalnya kalau kondisi ponsel masih bagus baterainya, kemudian charger dan kabel yang dipakai juga yang kualitas bagus dan masih normal, maka ketika ponsel mengalami panas berlebih itu chargernya berhenti ngecharge jadi seolah antar mereka itu bercakap-cakap. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa saja ponsel akan memadamkan diri secara otomatis,” jelasnya.

Sehingga resiko terbesar ponsel meledak saat diisi daya adalah ketika ponsel digunakan untuk aktivitas berat dalam jangka waktu yang lama, ditambah kabel dan kepala charger yang digunakan abal-abal.

Herry mengungkapkan, tidak perlu menggunakaan kabel dan kepala charger yang orisinil bawaan pabrik. Asalkan yang terpenting adalah kualitas jelas, kredibel, dan reputasi baik. Banyak merek alternatif yang bisa dipilih, dengan kisaran harga puluhan ribu hingga jutaan.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel