Bahaya, Jejak Campur Tangan Iran Dukung Hamas Palestina Tercium Israel

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gencatan senjata memang telah disepakti oleh pihak Israel dan kelompok Hamas Palestina. Akan tetapi, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) masih terus melakukan investigasi terkait dugaan campur tangan pihak asing, yang diduga jadi biang kerok terjadinya perang.

Konflik Israel-Palestina bermula pada 10 Mei 2021, saat sejumlah Polisi Israel menggeruduk kompleks Masjid Al-Aqsa. Sejumlah warga Palestina yang tengah menjalankan ibadah Salat Tarawih mengalami luka-luka, akibat dipukuli oleh para Polisi Israel.

Pasca insiden itu, kelompok Hamas Palestina menembakkan ribuan roket ke arah wilayah Israel. Tak tinggal diam, militer Israel pun membalas serangan Hamas dengan membombardir sejumlah titik.

Akibatnya, lebih dari 200 warga Palestina tewas. Sementara itu, ribuan orang mengalami luka-luka. Banyak pula yang meninggalkan rumahnya untuk mengungsi ke zona aman. Setelah 11 hari terlibat konfrontasi bersenjata, Israel dan Hamas Palestina akhirnya sepakat untuk melakukan gencatan senjata, Jumat 21 Mei 2021.

Tiga hari pasca gencatan senjata, Israel mengklaim telah mengetahui jejak intervensi negara asing di balik serangan roket Palestina. Negara tersebut tak lain adalah Iran, yang disebut Israel sebagai penyuplai teror.

"(Konflilk Israel-Palestina) tidak mungkin terjadi tanpa kekuasaan, pendanaan, keahlian dan keterlibatan langsung Iran. Sangat jelas, sidik jari Iran ada di mana-mana. Dalam uang, kekuasaan, personel dan energi yang dikeluarkan," ujar Letnan Kolonel Jonathan Conricus, Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel, dikutip VIVA Militer dari Sputnik News.

"Iran adalah pengekspor nomor satu dari ketidakstabilan dan teror, serta kematian dan kehancuran," katanya.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Kamis 20 Mei 2021, muncul sebuah testimoni dari salah satu pejabat tinggi faksi Jihad Islam Palestina (PIJ), Ramez Al-Halabi. Al-Halabi membenarkan bahwa pihaknya memang mendapat dukungan dari Iran.

Menurut Al-Halabi, Iran mendukung perjuangan kelompok Jihad Islam Palestina di semua jalur. Mulai dari pendanaan hingga suplai senjata. Tak hanya kelompok ini, Iran juga diketahui memberikan dukungan kepada Hamas dan faksi perjuangan Palestina lainnya, Brigade Al-Quds (AQB).

"Saya tidak menyesal. Saya bangga mengatakan bahwa roket yang digunakan untuk menghantam Tel Aviv memiliki tanda tangan Iran dan tanda tangan Qasem Soleimani," ucap Al-Halabi dikutip VIVA Militer dari wawancaranya dengan stasiun televisi Irak, Al-Ahd.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel