Bahaya Merebut Selang Pemadam Kebakaran

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasi Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Gatot Sulaiman memberikan tanggapan atas video viral yang memperlihatkan warga merebut selang yang sedang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran. Namun, aksi tersebut berakhir dengan selang yang jatuh dan nyaris menimpa warga.

Video ini viral melalui akun dengan username @jktinfo, pada Senin (26/9). Meski, sebelumnya dipublikasikan oleh @humasjakfire, pada Jumat (23/9). Kebakaran tersebut terjadi di wilayah Jakarta Utara.

Gatot mengimbau, warga bisa membantu proses pemadaman api di tempat kejadian peristiwa (TKP) dengan memberikan ruang bagi petugas dalam rangka memudahkan penyisiran titik api hingga berhasil melakukan pemadaman.

"Kepada warga yang berniat untuk membantu pemadam kebakaran, seharusnya membantu memberikan ruang gerak untuk pemadam kebakaran yang lebih leluasa lagi," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (26/9).

Dia mengatakan, dampak dari perebutan selang yang bertekanan tinggi dan terdapat nozzle di bagian depan, dapat menghambat proses pemadaman. Bahkan, aksi tersebut dapat membahayakan bagi orang itu sendiri dan mereka yang berada di sekitarnya.

“Kalau saat tekanan tinggi, masyarakat tidak memiliki skill dan pelatihan tersendiri, itu sangat membahayakan. Karena bisa lepas. Saat lepas, selang itu akan menghantam apa saja yang dekat dengan selang itu sendiri. Bisa menghajar tembok, tiang, maupun orang,” ujarnya.

Gatot menegaskan, penggunaan selang saat proses pemadaman kebakaran harus diiringi dengan teknik-teknik yang hanya dapat dikendalikan oleh petugas yang sudah terlatih.

“Apabila ada kebakaran biarlah petugas yang memegangnya. Karena, petugas sendiri tau bagaimana cara memegangnya itu sendiri. Untuk pemegangan selang dengan yang ada nozzle-nya itu sangat beresiko tinggi bagi mereka yang belum terlatih,” tegasnya.

Dia menambahkan, insiden perebutan selang kerap terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Dampak dari pribadi yang tidak terlatih dalam memegang selang, yakni kerasnya hantaman selang jatuh dengan tekanan tinggi. Menurut Gatot, warga bisa membantu dengan tidak mengambil alih selang dang memercayakan kinerja petugas.

“Nah, hal ini sering terjadi juga di masyarakat dan masyarakat sendiri merasakan kerasnya, hantaman dari selang yang bertekanan tinggi. Kalau mau membantu ya, membantu, namun tidak mengambil alih selang dan berikanlah kepada ahlinya,” tutupnya.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar [fik]