Bahaya, Tebing di Bantaran Ciliwung Depok Rawan Longsor

Syahrul Ansyari, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Tumpukan sampah dan beberapa titik tebing rawan longsor ditemukan di pinggiran Kali Ciliwung, Depok, Jawa Barat. Kondisi ini kian mengkhawatirkan karena saat ini sedang masuk musim penghujan yang dibarengi dengan fenomena alam La Nina.

Sejumlah temuan itu didapati tim petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok bersama sejumlah komunitas relawan ketika mengarungi Kali Ciliwung pada Jumat, 23 Oktober 2020.

Baca juga: Ciliwung Meluap, Waspada Jakarta Banjir Jelang Subuh

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada DPKP Kota Depok, Denny Romulo Hutauruk, mengatakan dari hasil pantauan sepanjang Kali Ciliwung dari kawasan Juanda sampai dengan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Depok, terdapat tiga titik rawan longsor.

“Sejumlah titik longsor tersebut diakibatkan pengerukan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendirikan bangunan,” katanya.

Sedangkan untuk titik sampah ada dua kategori yang ditemukan. Pertama, sampah liar limbah masyarakat dan sampah hanyutan sisa banjir.

“Kalau sampah sepanjang Kali Ciliwung ada belasan titik. Sementara sampah banjir terlihat ada di sepanjang Ciliwung, ini harus ditangani segera,” ujarnya.

Denny menegaskan temuan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane.

“Ini akan segera kami laporkan untuk segera diambil tindakan,” janjinya.

Sekadar informasi, dalam susur sungai ini Damkar Bidang Penanggulangan Bencana Kota Depok menerjunkan tujuh perahu karet dan diikuti oleh 45 relawan yang berasal dari Komunitas Ciliwung, ACT, Sintas, MRI dan Retana.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana menghadapi musim hujan. Selain itu, tim juga melatih relawan saat melakukan evakuasi korban di saat pandemi COVID-19, yakni dengan metode protokol kesehatan.

“Ini kita lakukan untuk kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di masa pandemi. Selama susur sungai, relawan kita minta untuk mencatat titik rawan longsor dan lokasi sampah,” kata Denny. (ren)