Bahlil: Air Product akan investasi gasifikasi batubara 15 miliar dolar

·Bacaan 2 menit

Air Products and Chemicals Inc (APCI) akan berinvestasi senilai 15 miliar dolar AS atau setara Rp210 triliun untuk pembangunan industri gasifikasi batubara dan turunannya di Indonesia.

Komitmen investasi perusahaan asal AS tersebut ditegaskan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan disaksikan langsung Presiden Jokowi dalam lawatan ke Uni Emirat Arab, Kamis (4/11) lalu.

"Ini adalah sebagai bentuk penerjemahan visi besar Presiden RI, termasuk dalam transformasi ekonomi dan hilirisasi industri. Total nilai investasi yang disepakati tadi mencapai 15 miliar dolar AS," kata Menteri Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Kesepakatan investasi tersebut berupa pendirian fasilitas gasifikasi untuk konservasi batu bara bernilai rendah menjadi produk kimia bernilai tambah tinggi seperti metanol, DME (Dimethyl Ether), dan bahan kimia lainnya.

Kerja sama itu ditujukan untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam dan meningkatkan substitusi impor.

Baca juga: Bahlil: RI tidak condong ke satu negara untuk tarik investasi

Bahlil menjelaskan dalam kesepakatan tersebut APCI akan bekerja sama dengan BUMN dan pengusaha nasional di beberapa lokasi seperti Sumatera, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Hal itu juga merupakan komitmen pemerintah dalam menerapkan model investasi yang kolaboratif dan inklusif.

"Dalam konteks ini, kita langsung menindaklanjuti dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Realisasinya akan mulai berjalan awal tahun 2022 nanti. Jadi saya pikir ini angka yang baik, tinggal bagaimana kita mengawal pada tindakan teknisnya," kata Bahlil Lahadalia.

Presiden, Chairman sekaligus CEO dari Air Products and Chemicals Shefi Ghasemi menyampaikan suka citanya atas penandatanganan MoU. Apalagi disaksikan secara langsung Presiden Joko Widodo.

"Ini memberikan motivasi yang semakin kuat bagi kami untuk dapat segera merealisasikan investasi di Indonesia. Terima kasih atas dukungan penuh dari Kementerian Investasi selama ini. Kami siap untuk segera menindaklanjuti," ucap Shefi Ghasemi.

Sebagai langkah konkret, Air Products juga langsung menandatangani MoU dengan BUMN dan perusahaan nasional, yaitu:

1. Proyek batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) antara PT Indika Energy Tbk dan APCI
2. Proyek gas alam menjadi amonia biru antara PT Butonas Petrochemical Indonesia dan APCI
3. Proyek batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) antara PT Batulicin Enam Sembilan dan APCI
4. Proyek gasifikasi batu bara untuk produksi metanol antara PT Bukit Asam dan APCI

Air Products and Chemicals merupakan perusahaan besar di bidang pengolahan gas dan kimia asal Amerika Serikat yang telah berdiri sejak tahun 1940.

Baca juga: Ada banyak manfaat, PTBA serius kembangkan gasifikasi batubara


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel