Bahlil ajak pengusaha Australia dukung pengembangan baterai listrik

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak sejumlah CEO perusahaan asal Australia berkolaborasi dalam mendorong hilirisasi dan energi baru terbarukan (EBT) untuk mendukung pengembangan ekosistem industri baterai listrik di Indonesia.

Ajakan itu disampaikan Bahlil dalam pertemuan yang dilakukan pada Minggu (13/11) di Nusa Dua, Bali, di mana ia mengungkapkan bahwa Indonesia dan Australia sama-sama memiliki kekuatan di sektor pertambangan, yaitu termasuk dalam negara-negara produsen terbesar di dunia untuk beberapa komoditi seperti nikel.

Menurutnya, Indonesia dan Australia bisa bekerjasama untuk mengembangkan ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia, mengingat negeri kangguru adalah penghasil lithium terbesar dunia.

"Indonesia memiliki pasar yang besar dalam industri kendaraan listrik dengan pemain-pemain global besar yang sudah berinvestasi seperti LG, Foxconn, CATL. Ini merupakan sebuah peluang besar yang dapat dijajaki antara Indonesia dengan Australia dengan konsep saling menguntungkan dalam rangka meningkatkan perekonomian kedua negara," katanya dalam keterangan di Bali, Rabu.

Bahlil juga menegaskan kembali bahwa Indonesia saat ini fokus pada industri hilirisasi, sehingga tidak membutuhkan investasi di sektor pertambangan.

Ia juga menyampaikan banyaknya peluang investasi di sektor infrastruktur khususnya pada pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Senior Commisioner New South Wales Andrew Parker mengungkapkan kurangnya informasi terkait peluang investasi di Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong investasi Australia ke Indonesia.

"Para pebisnis Australia merasa kurangnya informasi mengenai proyek investasi yang siap ditawarkan di Indonesia, seperti sektor pertambangan, infrastruktur, pariwisata, dan industri pengolahan limbah," ungkap Andrew.

Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi asal Australia pada triwulan III 2022 sebesar 0,2 miliar dolar AS dan menempati peringkat ke-10. Secara akumulatif sejak 2017-September 2022, realisasi investasi Australia mencapai 2,37 miliar dolar AS.


Baca juga: BI: Investasi hijau ciptakan lapangan kerja tujuh kali lebih banyak
Baca juga: Bahlil usulkan inisiatif bentuk "OPEC" bagi negara penghasil nikel
Baca juga: Indonesia dan AS kerja sama transportasi hijau senilai 698 juta dolar