Bahlil Diminta Jokowi Capai Target Investasi 2021 Rp900 Triliun

Dedy Priatmojo, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mampu merealisasikan target investasi tahun 2021 mencapai Rp900 triliun.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dari target realisasi investasi 2021 yang dirilis Bappenas sebesar Rp855,8 triliun. Namun, dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi memerintahkan Bahlil agar target realisasi investasi tahun 2021 tembus Rp900 triliun.

"Tadi saya sudah jawab dan saya akan coba formulasikan itu dengan langkah-langkah konkret, komprehensif dan terukur agar strateginya jitu untuk bisa mencapai angka Rp900 triliun tersebut," kata Bahlil dalam konferensi pers virtual, Senin, 25 Januari 2021.

Baca juga: Jokowi: Kita Bersyukur, Indonesia Kendalikan Dua Krisis dengan Baik

Menurut Bahlil, salah satu strategi yang akan dilakukan BKPM untuk merealisasikan target tinggi Presiden Jokowi, dengan membentuk satgas yang berfungsi melakukan komunikasi aktif dengan para investor dan pelaku usaha. Satgas akan memberi solusi atas masalah para pengusaha sehingga bisa merealisasikan investasinya di Indonesia.

"Ini bukan pekerjaan yang mudah tapi sebagai pembantu Presiden harus menjalankan dan mengupayakan secara maksimal melakukan hal itu," ujarnya.

Bahlil menegaskan target tinggi yang diberikan Presiden Jokowi bukan tanpa alasan. Setidaknya ada sejumlah faktor yang bisa mendorong kepercayaan publik tahun ini. Di antaranya aturan turunan UU Cipta Kerja yang segera rampung pada Februari mendatang dan program vaksinasi COVID-19.

"Ini sudah bisa kita eksekusi dan implementasinya untuk BKPM mungkin di Juli akhir insya Allah," ujar Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil mengatakan realisasi investasi asing yang masuk ke Indonesia pada 2020 mencapai Rp412,8 triliun atau US$28,66 miliar, meskipun dunia dilanda oleh pandemi COVID-19. Pada periode itu, investasi asing yang masuk ke Indonesia mayoritas berasal dari Singapura dan China.

Realisasi investasi pada tahun itu yang berasal dari Singapura mencapai US$9,8 miliar, sedangkan dari China US$4,8 miliar.

Selain kedua negara tersebut, investasi asing lainnya masuk dari Hong Kong US$3,5 miliar, Jepang US$2,6 miliar, dan Korea Selatan US$1,8 miliar. Bahlil menilai, proporsi investasi ini akan berubah pada 2021 dengan komitmen besar investasi dari Korea Selatan.

Realisasi investasi yang berasal dari Belanda pada 2020 berada pada urutan keenam dengan nilai US$1,42 miliar, kemudian Taiwan US$1,04 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$749,7 juta, Malaysia US$454,3 juta serta Australia US$348,6 juta.