Bahlil: Kepercayaan dunia terhadap RI membaik, PMA capai 50,5 persen

·Bacaan 2 menit

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut kepercayaan investor asing terhadap Indonesia perlahan mulai membaik seiring dengan capaian investasi pada triwulan II 2021 yang tumbuh sebesar 8,3 persen.

Hal itu terbukti dari proporsi Penanaman Modal Asing (FDI) yang mencapai 50,5 persen dari total realisasi investasi yang saat ini telah terealisasi sebesar 49,6 persen. Ada pun target investasi pada tahun 2021 ini ditetapkan sebesar Rp900 triliun.

"Pada 2021 kami menargetkan investasi sebesar Rp900 triliun dan sudah terealisasi sebesar 49,6 persen. Dari 49,6 persen tersebut, FDI tercatat 50,5 persen. Artinya, trust dunia kepada Indonesia perlahan-lahan mulai ada perbaikan," kata Bahlil Lahadalia pada Investment Dialogue on the "Post Pandemic Economic Recovery: Attracting Investment through Structural Reform" yang digelar daring oleh Eurocham dan Kementerian Investasi/BKPM dan dipantau dari Jakarta, Selasa.

Indikator kepercayaan global yang membaik itu terlihat dari masuknya investor Eropa di jajaran teratas dalam daftar negara yang paling banyak melakukan investasi.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, pada triwulan I 2021, Swiss masuk jajaran 5 besar negara yang melakukan investasi di Indonesia. Sementara itu pada triwulan II 2021, Belanda jadi negara di urutan ketiga yang investor terbesar di Tanah Air.

Baca juga: Bahlil undang Eropa ikut bangun industri baterai kendaraan listrik

Dengan capaian tersebut, Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan berupaya untuk melakukan pembenahan untuk bisa memberikan kepastian, kemudahan, transparansi dan efisiensi kepada para investor.

Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah yakni melalui UU Cipta Kerja dan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko untuk pelayanan perizinan investasi.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman of Eurocham Julien Steimer menegaskan sejumlah perusahaan Eropa di Indonesia telah mengkonfirmasi komitmen mereka untuk terus menanamkan modal di Tanah Air.

Steimer, atas nama perusahaan-perusahaan Eropa juga menyampaikan apresiasi atas reformasi total yang telah dilakukan pemerintah guna memfasilitasi bisnis antara Eropa dan Indonesia.

"Anggota Eurocham bertekad untuk bisa melanjutkan dialog guna memastikan bahwa kami bisa jadi mitra yang tepat bagi Indonesia untuk meningkatkan bisnis dan ketahanan ekonomi di Indonesia," katanya.

Baca juga: Belanda masuk jajaran lima besar investor utama di Indonesia

Baca juga: Kejar investasi Rp1.200 triliun, Menteri Bahlil usul tambah anggaran

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel