Bahlil optimis investasi Rp1.200 triliun meski Rusia-Ukraina perang

·Bacaan 1 menit

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia masih optimis target investasi tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun akan bisa tercapai di tengah perang Rusia-Ukraina yang terus berkecamuk.

"Dalam pandangan kami, terkait sektor investasi, di luar sektor keuangan dan hulu migas, untuk tahun ini kami masih tetap optimis untuk mencapai target Rp1.200 triliun karena Rusia dan Ukraina bukan negara tujuan investasi di Indonesia yang masuk 10 besar," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Kendati demikian, Bahlil mengakui perang antara Rusia dan Ukraina memberi dampak besar dari sisi inflasi dan perdagangan terlebih karena ketergantungan Indonesia pada beberapa bahan pokok tertentu.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu mengungkapkan Rusia adalah pengekspor minyak terbesar dunia. Sementara itu, Indonesia juga masih bergantung pada impor gandum dari Ukraina.

Kedua negara yang tengah berkonflik itu juga merupakan pemasok bahan baku pupuk Indonesia.

"Kalau harga pupuk melonjak karena bahan bakunya naik, itu akan berdampak pada harga pokok produksi petani. Ujung-ujungnya harga komoditas yang dihasilkan petani akan naik. Maka terjadi inflasi. Inilah yang harus kita sama-sama pikirkan," ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Bahlil, sangat wajar jika Presiden Jokowi senantiasa mendorong investasi di sektor makanan.

"Kenapa? Karena negara yang akan memenangkan daya tahan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan perang Ukraina-Rusia adalah yang punya kekuatan di oil and gas (migas) dan pangan," katanya.


Baca juga: Mendorong akselerasi investasi berkelanjutan lewat Presidensi G20
Baca juga: Bappenas-BKPM sepakati kerjasama untuk mendorong investasi
Baca juga: Indonesia tawarkan 47 proyek investasi senilai Rp155,12 triliun


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel