Bahu Membahu Galang Donasi untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai pihak bahu membahu menggalang donasi bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut memuntahkan lahar panas pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Sebut saja Sekolah Relawan yang telah menerjunkan para relawan mereka untuk membantu korban dan warga terdampak erupsi Semeru. "Bismillah, Semeru butuh kita. Tim Sekolah Relawan berangkat menuju lokasi. Teman-teman, beberapa korban bnyak yg luka-luka, kondisi mereka sangat memprihatinkan," bunyi keterangan dalam unggahan pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Lembaga sosial kemanusian ini juga menginformasikan beberapa hal yang dibutuhkan. Warga terdampak memerlukan masker, terpal, genser, makanan siap saji, alas tidur, air bersih, oxygen, serta obat-obatan.

"Atau untuk yang ingin donasi barang bisa drop di Graha Sekolah Relawan: Jl Sawi no 139 perumnas Depok Utara Beji Depok. Keterangan: Bantuan Semeru (UP Rani)" tulis Sekolah Relawan.

Salah satu unggahan yang dibagikan Sekolah Relawan menunjukkan seorang relawan mereka berada di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang. Desa ini salah satu lokasi yang terdampak cukup parah akibat erupsi Semeru.

"Sore ini tim Sekolah Relawan membagikan makanan siap saji untuk masyarakat terdampak erupsi gunung semeru. Kini tim sedang dalam perjalanan menuju lokasi lebih dekat ke gunung semeru untuk membantu masyarakat terdampak. Kirim doa bareng yuk buat masyarakat terdampak dan para relawan yang bertugas," tulis Sekolah Relawan pada unggahan Minggu malam (5/12/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Donasi

Sebuah desa tertutup abu letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, korban meninggal akibat Gunung Semeru meletus mencapai 13 orang. Sementara 41 orang yang mengalami luka-luka. (AP Photo/Trisnadi)
Sebuah desa tertutup abu letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, korban meninggal akibat Gunung Semeru meletus mencapai 13 orang. Sementara 41 orang yang mengalami luka-luka. (AP Photo/Trisnadi)

Kitabisa.com juga bergerak cepat dengam menggalang donasi dan bantuan bagi warga terdampak erupsi Semeru. Situs donasi dan menggalang dana ini mengajak masyarakat untuk mengirimkan dan membantu

"Yuk, bareng-bareng kita kirim bantuan untuk warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru melalui donasi via aplikasi Kitabisa atau klik: kitabisa.com/daruraterupsisemeru," bunyi keterangan dalam unggahan di Minggu (5/12/2021).

"Hasil donasimu akan segera Kitabisa salurkan secara cepat dan bertahap dalam bentuk makanan, sembako, air bersih, masker, dan kebutuhan lainnya," lanjut mereka.

Rekomendasi

Warga menyelamatkan barang-barang mereka di daerah yang tertutup abu vulkanik setelah letusan gunung Semeru di desa Sumber Wuluh di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). BNPB menyatakan, korban meninggal akibat Gunung Semeru meletus mencapai 13 orang. (AFP /Juni Kriswanto)
Warga menyelamatkan barang-barang mereka di daerah yang tertutup abu vulkanik setelah letusan gunung Semeru di desa Sumber Wuluh di Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). BNPB menyatakan, korban meninggal akibat Gunung Semeru meletus mencapai 13 orang. (AFP /Juni Kriswanto)

Dikutip dari laman Magma Indonesia, Minggu (5/12/2021), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan warga atau pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Masyarakat juga diimbau tidak berkegiatan dengan jarak lima kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Radius dan jarak rekomendasi tersebut akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya. Masyarakat juga diinformasikan menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

Selain itu, warga juga perlu mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Pihaknya turut merekomendasikan masyarakat untuk mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yg berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.

Infografis Ancaman dan Bahaya Letusan Gunung Semeru

Infografis Ancaman dan Bahaya Letusan Gunung Semeru. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Ancaman dan Bahaya Letusan Gunung Semeru. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel