Bak Karma Tolak Social Distancing, Brasil Masuk Tertinggi Corona Dunia

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara

VIVA – Brasil telah mengonfirmasi lebih dari 330 ribu kasus virus Corona COVID-19 dan menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Brasil mencatat rekor tinggi, setelah Organisasi Kesehata Dunia (WHO) menyebut wilayah Amerika Selatan sebagai pusat baru dari penyebaran virus itu.

"Dalam arti tertentu, Amerika Selatan telah menjadi episentrum baru untuk penyakit ini. Kami telah melihat banyak negara Amerika Selatan dengan jumlah kasus yang semakin meningkat. Jelas ada kekhawatiran, tapi yang paling terpengaruh adalah Brasil," kata Direktur Kedaruratan WHO, Mike Ryan.

Brasil mencatat 1.001 kematian akibat virus Corona pada Jumat kemarin yang menjadikan total kematian menjadi 21.048. Namun jumlah sebenarnya kemungkinan lebih tinggi, karena negara dengan perekonomian tertinggi di Amerika Latin itu cenderung lambat dalam pengujian virus Corona.

"Jumlah korban tewas telah berlipat ganda hanya dalam 11 hari. Sebagian besar kasus berasal dari wilayah Sao Paulo. Tetapi dalam tingkat penyebaran, tingkat tertinggi sebenarnya di Amazonas," ujar Ryan, dikutip Al Jazeera, Sabtu 23 Mei 2020.

Kementerian Kesehatan Brasil telah merekomendasikan penggunaan obat anti-malaria chloroquine dan hydroxychloroquine untuk mengobati kasus-kasus ringan pasien Corona COVID-19. Meski demikian penggunaan obat-obatan tersebut masih belum terbukti keefektifannya.

Sebelum menjadi negara kedua dengan total infeksi terbesar, Presiden Brasil Jair Bolsonaro cenderung menyepelekan imbauan WHO mengenai perlunya menjaga jarak sosial. Bolsonaro bahkan mengklaim virus ini terlalu dilebih-lebihkan dan pandangan ini pun didukung oleh sebagian besar warganya.

Baca juga: Update Corona Indonesia 23 Mei 2020: 21745 Kasus, 1351 Meninggal