Bak Kilat, Tim Gerak Cepat TNI Angkatan Udara Masuki Zona Bencana

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Respons sigap dan tanggap kembali ditunjukkan oleh para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), dalam misi kemanusiaan penanggulangan bencana. Kali ini, pasukan Tim Gerak Cepat Bencana TNI Angkatan Udara diterjunkan ke daerah Pamanukan, Kabupaten Subang, untuk menjalankan misi membantu korban banjir, Senin 8 Februari 2021.

Dalam rilis yang diterima VIVA Militer dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, perintah pengerahan Tim Gerak Cepat Bencana datang langsung dari Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Suryadarma, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Djohn Amarul.

Djohn segera menginstruksikan 36 prajurit TNI Angkatan Udara yang terdiri dari empat orang perwira, 20 anggota Lanud Suryadarma, dan 12 anggota Kompi Senapan (Kipan) Batalyon Komando (Yonko) 461 Korps Pasukan Khas (Paskhas). Perintah ini datang setelah Lanud Suryadarma mendapat informasi permintaan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Tak hanya pasukan yang diterjunkan ke daerah yang dilanda banjir. Sejumlah peralatan seperti pelampung, perahu karet, tim medis dan ambulans, juga dikerahkan untuk membantu korban banjir wilayah Pamanukan.

"Pada hari ini kami telah memberangkatkan pasukan Tim Reaksi Cepat Bencana Lanud Suryadarma sebanyak satu SST (Satuan Setingkat Kompi), yang terdiri dari 4 perwira, 20 angota Lanud Suryadarma dan 12 anggota dari Kipan C Yonko 461 Paskhas," ucap Djohn.

"Serta, satu ambulans beserta tim medis dan pasukan kawal dari Satpomau (Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara) yang nantinya akan bergabung dengan tim BPBD Subang untuk membantu korban banjir," katanya.

Danlanud Suryadarma juga mengatakan, langkah cepat ini diambil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Seperti yang diketahui, dalam sepekan terakhir curah hujan cukup tinggi di sejumlah daerah, termasuk di Pamanukan.

Akibatnya, debit air di sejumlah sungai pun meningkat. Khusus untuk di wilayah Pamanukan, banjir yang menggenangi pemukiman warga berasal dari luapan air dari sungai Cipunegara warga.

"Untuk itu, setelah kami berkordinasi dengan BPBD Subang, kami langsung gerakkan pasukan untuk membantu masyarakat korban banjir agar cepat tertolong, dan tidak ada terjadi korban jiwa dan kerugian yang lebih besar lagi," ujar Djohn.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Reaksi Cepat Bencana Lanud Suryadarma melaksanakan evakuasi korban banjir, dengan bergerak ke dua titik sesuai petunjuk dari BPBD. Dua daerah yang dilanda banjir cukup dalam adalah Kampung Bongas dan Tanjung Hilir.