Bakal Ada Diskon PPnBM Mobil Baru, versi Bekasnya Ikut Turun Harga?

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ada kabar baik untuk masyarakat yang hendak membeli mobil baru yang kapasitas mesinnya tak lebih dari 1.500cc, dan berpenggerak dua roda. Sebab, pemerintah berencana melakukan penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM, selama total 9 bulan.

Rencananya, penghapusan PPnBM sementara akan mulai dilakukan Maret 2021 dan berlaku selama tiga bulan. Setelah itu, pajak barang mewah dikenakan sebesar 50 persen di tri wulan berikutnya, menyusul 75 persen selama 3 bulan terakhir.

Adanya penghapusan sementara PPnBM untuk pembelian mobil baru tersebut, kata Halomoan Fischer sebagai Chief Operating Officer Mobil88, akan berimbas pada penjualan mobil bekas

"Mobil bekas akan selalu berkaitan dengan penjualan barunya. Kalau PPnBM akan menggairahkan industri otomotif, maka volumenya juga akan naik," ujarnya saat dihubungi VIVA Otomotif, Kamis 18 Februari 2021.

Dia mengatakan, pemberlakukan bebas PPnBM akan berpengaruh pada harga mobil baru. Artinya, jika harga kendaraan yang dijual di diler resmi diturunkan, maka pedagang mau tidak mau harus ikut menyesuaikan harga untuk stok unit kendaraan bekas yang ditawarkan kepada konsumennya.

"Pasti ada masalah sedikit di awal-awal, karena penjual mobil bekas pasti pegang stok dengan harga lama. Mobil bekasnya harus turun harga, kalau enggak dilakukan sulit terjual. Orang pasti lebih pilih mobil baru," tuturnya.

Sebagai ilustrasi, kata dia, biasanya ada selisih harga 10 persen antara mobil bekas standar berusia satu tahun, dengan model yang dijual di diler resmi pabrikan.

"Kalau misalnya akibat PPnBM ini harga mobil baru turun 10 persen, maka banderolnya akan sama dengan kendaraan bekasnya berusia 1 tahun. Otomatis, kami mesti turunin tuh harga stok unit bekas tahun 2020, kemudian yang tahun bawahnya juga ikut turun juga," paparnya.