Bakal Bertemu M Kece di Sidang, Irjen Napoleon Pastikan Tak Akan Lakukan Intimidasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte berjanji tidak akan melakukan intimidasi kepada YouTuber Muhamad Kosman alias Muhamad Kece. Pernyataan itu menyikapi agenda persidangan yang akan menghadirkan Kece sebagai saksi dalam kasus dugaan penganiayaan.

Kece akan bersaksi di persidangan pekan depan. "Yakinlah saya pribadi maupun yang lain tidak akan melakukan intimidasi baik secara psikologi, tidak ada, buat apa? Kita lihat fakta saja, ini kan dilihat orang banyak juga, kita lihat," kata Napoleon kepada wartawan, usai sidang Kamis (12/5).

Napoleon enggan berkomentar lebih jauh terkait pertemuannya nanti dengan M. Kece di persidangan pekan depan. Menurut dia, semua telah diatur dalam hukum di mana korban harus terlebih dahulu hadir sebagai saksi dalam persidangan.

"Sudahlah, yang lalu sudah berlalu, jadi kita hormati hukum, silakan nanti ketemu dan laksanakan sidang," ujarnya.

Sementara tim kuasa hukumnya, Ahmad Yani, telah menyajikan sejumlah bukti kepada majelis hakim ketika M Kece dihadirkan sebagai saksi.

"Kita akan membuktikan kebenaran-kebenaran materiil itu. Dan tadi saya sudah mengemukakan dari beberapa bap, keterkaitan BAP dan pokok-pokok peristiwa yang ada sebagaimana sesungguhnya sudah kami uraikan di dalam pokok-pokok yang kami buat di eksepsi," katanya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memerintahkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan YouTuber Muhamad Kosman alias Muhamad Kece sebagai saksi atas kasus dugaan penganiayaan terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Kece bakal dihadirkan dalam sidang, Kamis (19/5) pekan depan untuk terdakwa Napoleon. Usai dalam putusan sela menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan penuntut umum, oleh majelis hakim.

"Untuk acara pembuktian majelis hakim minta kepada para penuntut umum menghadirkan saksi korban ya, diutamakan dihadirkan terlebih dahulu sebagaimana ketentuan hukum acara," kata hakim Djuyamto di PN Jakarta Selatan, Kamis (12/5).

Selain dihadirkan sebagai saksi bagi terdakwa Napoleon, M. Kece juga akan dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa lainnya hakni Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Hermeniko dalam sidang Selasa (17/5) nanti.

"Pemeriksa M. Kosman dihadirkan pada 17 Mei 2020 untuk 4 terdakwa, untuk terdakwa Napoleon, dihadirkan tanggal 19 Mei 2022," beber Djuyamto.

Menanggapi kehadiran M. Kece sebagai saksi dalam sidang selanjutnya, Ahmad Yani selaku kuasa hukum Napoleon sepakat dengan majelis hakim.

"Kami berharap untuk kepada penuntut umum menghadirkan saksi korban kami sependapat," ucap Yani. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel