Bakal Catat Saham di BEI pada 30 Maret 2021, Bagaimana Kinerja Zyrex?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, produsen laptop Zyrex siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 30 Maret 2021. Perseroan sedang melakukan proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Lalu bagaimana kinerja perseroan sepanjang 2020?

Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik menyebut, pihaknya mendapatkan pendapatan hingga Rp220 miliar sepanjang 2020. Angka tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pendapatan tahun 2019 itu Rp57,66 miliar naik menjadi 179,62 miliar hingga 30 september 2020," ujar dia secara virtual, Rabu (24/3/2021).

Timothy mengaku, bila kenaikan yang terjadi di tengah pandemi tak terlepas dari kebijakan work from home dan study from home yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Terkait segmentasi pelanggan, produsen laptop itu menegaskan, terdapat dua pembeli yang menjadi sasaran utama perusahaannya, yakni korporasi dan end user.

"Perusahaan kami terbagi dua segmentasi, ini ada korporasi atau kami menjual ke perusahaan. Itu salah satu target pasar Zyrex. Tahun 2020 pendapatan Rp40,81 miliar itu dari korporasi," ujarnya.

Khusus penjualan melalui distributor pendapatan yang disumbang hingga 30 September 2020 lebih dari Rp138 miliar. "Itu penjualan melalui distributor ke end user dan instansi pendidikan," tuturnya.

IPO Zyrex

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, produsen laptop Zyrex menawarkan saham perdana sebanyak 333.333.300 unit dengan nilai nominal Rp 25. Harga penawaran saham perdana Rp 250 per saham. Total dana yang diraup dari IPO sebesar Rp 83,33 miliar.

Perseroan juga menawarkan warna seri I sebanyak 166.666.650 yang menyertai saham baru atau sebesar 16,67 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan.Setiap pemegang dua saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I.

Setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang dikeluarkan dalam portepel.Perseroan mengadakan program alokasi saham karyawan atau ESA dengan mengalokasikan saham sebesar tiga persen dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan atau sebanyak 9,99 juta saham.

Jadwal penawaran IPO antara lain masa penawaran umum pada 19-24 Maret 2021, penjatahan pada 26 Maret 2021, pengembalian uang pemesanan dan distribusi saham dan waran secara elektronik pada 29 Maret 2021.

Pencatatan saham dan waran di BEI pada 30 Maret 2021. Awal perdagangan waran seri I pada 30 Maret 2021, akhir perdagangan waran seri I di pasar reguler dan negosiasi pada 27 Maret 2023, dan pasar tunai pada 29 Maret 2023. Periode pelaksanaan waran seri I pada 30 Maret 2022-30 Maret 2023, dan berakhirnya masa berlaku waran seri I pada 30 Maret 2023.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini