WHO Bakal Ganti Nama Penyakit Cacar Monyet, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mereka tengah bekerja sama dengan ahli untuk mengubah nama penyakit cacar monyet karena ingin menghindari stigma dan rasisme di seputar nama virus penyakit tersebut.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kemarin mengumumkan rencana itu dan nama pengganti dari penyakit tersebut akan segera disampaikan.

Keputusan ini disampaikan sepekan setelah lebih dari 30 ilmuwan internasional menulis dalam suatu makalah tentang perlunya penamaan non-diskriminatif dan non-stigmatis terhadap virus cacar monyet.

Laman ABC News melaporkan, Rabu (15/6), saat ini WHO mencatat dua varian atau turunan dari virus cacar monyet di situs resmi dengan nama: turunan Afrika Barat dan turunan Lembah Kongo.

Menurut sekelompok ilmuwan dari Afrika dan dunia, seperti penamaan terhadap penyakit menular sebelumnya yang menyebut lokasi geografis dari pertama kalinya penyakit itu terdeteksi, nama semacam itu bisa membingungkan dan tidak akurat.

Dalam pengajuan penggantian nama itu, para ilmuwan mengatakan nama penyakit menular ini harus meminimalisir dampak negatif terhadap suatu negara, wilayah geografis, ekonomi, dan orang yang tinggal di daerah tertentu tempat menyebarnya virus itu.

Ghebreyesus kemarin mengatakan dia memutuskan untuk menggelar komite pada 23 Juni nanti karena virus ini memperlihatkan karakter yang "tidak lazim" karena menyebar di negara yang berada di luar Afrika.

"Kami meyakini perlu ada penanganan yang terkoordinasi karena penyebaran virus ini," kata dia kepada wartawan.

Saat ini adalah lebih dari 1.600 kasus cacar monyet dan 1.500 suspek dilaporkan di 39 negara, termasuk di tujuh negara yang selama ini sudah melaporkan munculnya penyakit menular ini. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel