Dovizioso Termotivasi Kejar Titel Juara demi Ducati

Giacomo Rauli
·Bacaan 2 menit

Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, siap menghadapi Grand Prix Eropa yang dihelat di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (8/11/2020). Motivasinya melesat di sisa musim Kejuaraan MotoGP 2020.

Ia punya kenangan indah di GP Valencia dua tahun silam dengan berdiri di podium tertinggi. Hasil itu membuatnya menyegel gelar runner-up musim 2018.

Namun sekarang kondisi pria 34 tahun itu berbeda. Akibat performa yang kurang konsisten, Dovizioso tertinggal 28 poin dari sang pemuncak klasemen Joan Mir.

Fakta tersebut justru membuatnya bertekad tampil maksimal dan menyapu poin yang tercecer.

"Setelah dua pekan istirahat, kami kembali ke lintasan dengan motivasi tinggi. Kurang tiga putaran menuju akhir kejuaraan dan kami tahu kalau semua bisa terjadi. Di setiap balapan musim ini membuka kisah tersendiri. Saya tinggal tiga balapan lagi bersama Ducati dan saya akan mencoba selalu tampil maksimal hingga akhir," ujarnya.

Salah satu yang membuatnya terpacu adalah hasil buruk di Aragon 1 dan Aragon 2. Dovizioso finis nomor tujuh di GP Aragon pada 18 Oktober 2020, lalu mengakhiri lomba di GP Teruel pada 25 Oktober.

Baca juga:

Wawancara Dovizioso: “Iannone hanya berpikir tentang dirinya sendiri” Honda tuduh Ducati berbohong tentang larangan winglet

"Dua balapan di MotorLand Aragon sangat sulit bagi kami. Kami sangat menderita dan tentu saja hasil yang kami dapatkan tidak sesuai ekspektasi," katanya.

Kolega Andrea Dovizioso di Ducati, Danilo Petrucci, juga ingin menemukan lagi sensasi bagus dengan motor Ducati Desmosedici GP. Dalam dua edisi terakhir di Valencia, dia selalu tak bisa finis.

"Kami meninggalkan Aragon di belakang dan sekarang kami fokus pada dua balapan di Valencia. Sirkuit Ricardo Tormo bukan trek ideal, tapi musim ini sulit membuat prediksi sebelum kami turun ke lintasan," ucapnya.

"Michelle Pirro berada di sini untuk melakukan tes beberapa hari lalu dan dia memberi umpan balik positif, untuk itu kami tiba di Spanyol dengan data menarik soal penyelesaian kami. Tiga balapan selanjutnya sangat menantang, tapi saya bertekad untuk melakoni pertarungan terakhir dengan Ducati dan meninggalkan memori positif."