Bakamla Kumpulkan Delapan Negara ASEAN Bahas Keamanan Perbatasan

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia mengumpulkan delapan negara ASEAN atau kepala coast guard negara tetangga, dalam rangka pembentukan ASEAN Cost Guard Forum atau ACF. Salah satu tujuannya menjalin kerja sama keamanan bagi ancaman kemaritiman di perbatasan. Kegiatan ini digelar di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (22/11).

"Pertemuan ini diharap dapat mencapai konsensus peningkatan komitmen dalam rangka pembentukan ASEAN Coast Guard Forum," kata Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia.

Dia menyampaikan, salah satu contoh adalah Selat Malaka dan Selat Singapura. Lokasi tersebut merupakan salah satu perairan yang tersibuk di dunia. Di sana banyak ancaman keamanan.

"Jadi tadi amanat dari Wamen (Wakil Menteri) disampaikan. Bahwa contoh di Selat Malaka dan di Selat Singapura, salah satu selat yang tersibuk di dunia. Per tahun kita hampir 70 sampai 800 ribu kapal yang lewat di situ. Dan ini tentunya banyak ancaman dan faktor-faktor keamanan yang perlu kita amankan bersama," jelasnya.

"Contoh selat Malaka kita berbatasan dengan Malaysia, Thailand, Singapura, itu ada berbatasan semua. Indonesia punya 10 perbatasan laut dan itu cukup banyak mulai kita tarik dari selat Malaka sampai ke selat Singapura. Jadi forum ini sangat luar biasa, karena memang intinya untuk kepentingan nasional masing-masing negara. Tapi akan jauh lebih sempurna kalau kita sesama tetangga dekat bisa bekerjasama dalam keamanan laut," ungkapnya.

Delapan negara yang hadir yaitu Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Indonesia selaku host, Filipina, Thailand, Singapura dan Vietnam.

"ASEAN cost guard forum merupakan keniscayaan sebagai forum yang ASEAN Driven yaitu bagi negara anggota ASEAN saja. Karena negara ASEAN ini saling berbatasan satu sama lain, dan beragam ancaman maritim di perbatasan, perlu diselesaikan hanya oleh kedua negara, tentu dengan cara-cara sesuai ASEAN way," ujarnya. [cob]