Bakrie Amanah Resmikan Rumah Tangguh Harapan Negeri

·Bacaan 2 menit

VIVA – Yayasan Bakrie Amanah, melakukan peresmian Rumah Tangguh Harapan Negeri, di Dusun Petakeang dan Talange, Desa Galung Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada Minggu 1 Agustus 2021.

Rumah tangguh untuk negeri ini adalah rumah-rumah warga terdampak gempa bumi, yang dibangun ulang oleh Yayasan Bakrie Amanah bekerjasama dengan DT Peduli dan Laznas Baitul Maal Muamalat.

Wakil Ketua Pengurus Bakrie Amanah, Teguh Anantawikrama mengatakan, pada saat gempa terjadi di Mamuju, banyak bangunan yang rusak. Baik itu rumah warga, fasilitas umum dan sejumlah fasilitas lainnya. Akibat kondisi tersebut, menyebabkan warga harus bermukim di tenda-tenda yang didirikan di sekitar halaman rumah yang runtuh.

"Tentu keadaan ini sangat berdampak pada roda kehidupan masyarakat sehari-hari dan berbagai aspek kehidupan. Bakrie untuk negeri melalui Bakrie Tanggap dan Bakrie Amanah sejak awal sudah hadir dengan berbagai kelompok usaha Bakrie, di masa tanggap kami menurunkan tim untuk membantu kebutuhan dasar penyintas," jelas Teguh, Minggu 1 Agustus 2021.

Teguh mengatakan, dalam program ini ada sebanyak 75 unit rumah yang dibangun. Diharapkan program ini dapat memberikan banyak manfaat bagi warga yang terdampak gempa di Mamuju.

"Meski ini belum berarti apa-apa dibandingkan dengan jumlah korban terdampak, tetapi insya Allah bisa menjadi sebuah cahaya harapan yang juga bisa mendorong tumbuhnya harapan bagi masyarakat sekitar dan insya Allah juga memudahkan kehidupan bagi warga dan juga penyintas yang ada di Mamuju," jelasnya.

Mewakili kelompok Bakrie, lanjut Teguh, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Laznas Baitul Maal Muamalat, dan juga Laznas DT Peduli. Selain itu, terima kasih juga diucapkan kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Bupati setempat, karena telah diberikan kesempatan bagi kelompok Bakrie dapat berperan serta dalam proses pembangunan di Sulawesi Barat.

Sementara itu, Pembina Yayasan Baitul Maal Muamalat, sekaligus Direktur Kepatuhan, Risiko dan Hukum Bank Muamalat Andri Doni mengatakan, pembangunan Rumah Tangguh Negeri ini menggunakan konsep recycle house. Yang berarti pembangunan rumah dengan memanfaatkan infrastruktur rumah yang masih dapat digunakan kembali seperti kusen jendela, pintu, genteng dan kayu–kayu rangka rumah.

Pembangunan rumah ini juga melibatkan masyarakat penyintas dengan pola gotong royong. "Alhamdulillah warga Insya Allah telah siap untuk menempati rumahnya masing-masing kembali dan kita harapkan dengan program rumah tangga harapan negeri ini dapat kembali memberikan semangat kepada masyarakat sehingga bisa beraktivitas kembali," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel