Bakrie Telecom Kembangkan Bisnis Teknologi Lewat Anak Usahanya

Siti Ruqoyah, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bakrie Telecom Tbk atau "BTEL" mulai melaporkan sejumlah perkembangan pemulihan bisnis sebagaimana permintaan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI), selaku Self Regulatory Organizations (SRO) di pasar modal Tanah Air.

Melalui surat yang dikirimkan ke pihak SRO pada Kamis pekan lalu, BTEL pun berkomitmen untuk terus mendongkrak kinerja usaha dan keuangannya melalui sejumlah langkah progresif bersama anak usahanya.

Dalam inisiatif tersebut, BTEL menjelaskan strategi perusahaan yang saat ini tengah menggarap penyediaan sistem teknologi informasi, yang terintegrasi dengan layanan bus listrik di Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

"Kami memandang bahwa sistem teknologi terintegrasi dalam layanan transportasi merupakan keniscayaan, yang akan meciptakan efisiensi dan keakuratan dalam operasional layanan transportasi," kata pihak BTEL, dikutip Jumat 19 Februari 2021.

Di sisi lain, BTEL juga menjelaskan kepada pihak BEI mengenai upaya rintisan yang tengah mereka lakukan saat ini. Rintisan itu berupa layanan teknologi berbasis internet of things (IoT), yang saat ini diaplikasikan di industri pertambangan.

Hal itu seiring dengan langkah mereka yang tengah memulai kegiatan usaha, dan mengelola infrastruktur berbasis teknologi untuk industri penyiaran.

Selain itu, BTEL juga merinci utang perusahaan, hal-hal lain terkait pengembalian dan transaksi saham lainnya, serta data rincian piutang perusahaan. Kesemua hal tersebut merupakan bagian dari upaya-upaya pemulihan bisnis yang dilakukan BTEL, supaya diketahui oleh pihak BEI.

Diketahui, sebagai emiten di BEI, saham BTEL memang sudah lama disuspensi. Selain itu, pada tahun 2019 lalu, total utang BTE tercatat mencapai Rp13,35 triliun, dan mengalami perbaikan di tahun 2020 di mana seluruh utangnya telah menurun menjadi Rp9,6 triliun.

Di sisi lain, Pada tahun 2019 lalu BTEL diketahui juga masih bisa mencetak laba bersih hingga Rp7,17 miliar.