BAKTI siapkan pendukung jaringan telekomunikasi PON XX Papua

·Bacaan 2 menit

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyiapkan dukungan untuk jaringan telekomunikasi untuk Pekan Olahraga Nasional XX di Papua.

"Kami BAKTI, memberikan cadangan (backup) jaringan telekomunikasi," kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, kepada ANTARA, Selasa.

TelkomGroup, dikatakan Anang, menjadi mitra resmi PON XX Papua untuk infrastruktur telekomunikasi.

Operator tersebut saat ini memiliki infrastruktur terluas di Papua dari tiga penyelenggara seluler yang ada di wilayah tersebut.

BAKTI menggunakan insfrastruktur jaringan tulang punggung (backbone) telekomunikasi Palapa Ring Timur untuk cadangan jaringan yang sudah dimiliki TelkomGroup.

Baca juga: BAKTI Kominfo rinci pembangunan 421 BTS di NTT

Cadangan jaringan dari BAKTI akan digunakan untuk berbagai skenario, seperti kelebihan lalu lintas (traffic) komunikasi dan jaringan putus.

Lalu lintas telekomunikasi saat PON diperkirakan sangat besar, apalagi Esports juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON XX Papua.

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan cadangan telekomunikasi terutama di lokasi penyelenggara pertandingan, penginapan atlet dan lokasi penyelenggara kegiatan.

Dalam sebuah webinar akhir bulan Agustus, Kementerian Kominfo menyatakan sinyal seluler untuk penyelenggaraan PON XX Papua disiapkan oleh Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL Axiata.

Kementerian Kominfo sudah mengadakan pengukuran sinyal di tempat penyelenggaraan PON XX, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Kementerian Kominfo melalui BAKTI memiliki prioritas percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk menjangkau 12.548 titik yang tidak terjangkau sinyal seluler (blankspot di Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 4.519 titik yang berada di Papua.

Untuk tahun ini, BAKTI menargetkan pembangunan menara base transceiver station (BTS) di 4.200 titik yang merupakan wilayah tertinggal, terdepan dan terluar, termasuk di Papua. Pemerintah menyatakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua terus berlanjut dan dipercepat meski pun acara PON XX selesai.

Baca juga: BAKTI pastikan sinyal telekomunikasi jelang WSBK kualitas prima

Baca juga: Palapa Ring Integrasi diharapkan bisa mulai tahun depan

Baca juga: Penyediaan infrastruktur telekomunikasi tetap berlanjut usai PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel