Baku Tembak 30 Menit, Pelaku Ditemukan Tewas Usai Kabur ke Sungai

Agus Rahmat, Sadam Maulana (Palembang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penangkapan seorang preman di Banyuasin, Sumatera Selatan, berlangsung menegangkan. Pelaku yang enggan ditangkap, memberikan perlawanan ke petugas dengan senjata api rakitan. Selama 30 menit baku tembak terjadi, seorang polisi dan warga terluka kena tembak.

Sementara itu, pelaku yang bernama Reno (27), sempat tertembak. Tapi ia meloloskan diri dengan lukanya itu. Beberapa jam kemudian, dia ditemukan dalam keadaan tewas.

Aksi baku tembak ini terjadi di Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Kamis pagi, 4 Februari 2021, sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca juga: Berniat Melerai, Bule Amerika Malah Dikeroyok 5 Pemuda

Pelaku Reno yang ditemukan tewas, menggunakan senjata api rakitan. Ia dikenal sebagai seorang preman penjaga tambang pasir di Kecamatan Rantau Bayur. Kasus yang disangkakan penyalahgunaan senjata api rakitan pada tahun 2020. Pelaku juga terlibat aksi penganiayaan dan sejumlah tindak kejahatan lainnya.

Kepala Polres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang menjadi korban. Bahkan korbannya juga dari kalangan aktivitas Indo Sapri dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Banyuasin Deni Irawan yang saat itu melakukan liputan.

“Informasi ini sangat menggelitik kami, katanya pelaku masih bebas berkeliaran. Karena pelaku diketahui menyimpan senjata api, akhirnya kita merencanakan penangkapan ini dengan baik,” jelas Imam, pada saat press release di Mapolres Banyuasin, Kamis 4 Februari 2021.

Imam mengungkapkan, pihaknya melakukan penggerebekan pada pukul 04.00 WIB di rumah tersangka, di dekat Sungai Dusun Kemampo Desa Rantau Harapan, Kecamatan Rantau Bayur Banyuasin.

Pada saat penggerebekan, pihak kepolisian sudah mengingatkan pelaku untuk menyerahkan diri secara baik-baik. Tapi yang bersangkutan malah mencoba kabur lewat jendela. Bahkan, melakukan penembakan terhadap anggota kepolisian hingga terluka.

Karena melakukan perlawanan, anggota polisi tidak mau mengambil risiko lebih besar. Sehingga diambillah tindakan tegas dan terukur. Pelaku melawan, hingga terjadi baku tembak selama 30 menit.

“Ada anggota kami Aipda Yudiansyah kena tembakan di lengan kanannya, ada juga warga yang kena tembakan. Anggota kami dan warga sudah dirawat di rumah sakit. Kita juga akan memberikan bantuan terhadap korban,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Ade Putra menambahkan, pelaku Reno yang sudah terluka, melarikan diri dengan cara terjun ke sungai. Pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku ditemukan telah meninggal dunia.

Dari kejadian ini, pihak kepolisian juga menemukan senjata api di rumah korban. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa dua pucuk senpi laras pendek, lima selongsong amunisi dan sisa amunisi di magazen dua butir.

“Pelaku sendiri bisa dikatakan adalah premannya di sini. Pelaku juga sebenarnya telah dilaporkan di kepolisian dengan tujuh kasus kejahatan lain, di antaranya curas. Sebelumnya juga pernah di gerebek di Prabumulih tapi pelaku juga kabur lompat ke sungai,” jelasnya.