Baku Tembak dengan Polisi, Perampok dan Pembunuh Pasutri di Banyuasin Tewas

Merdeka.com - Merdeka.com - Seluruh tersangka perampok dan pembunuh pasangan suami istri (pasutri) di Banyuasin, Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu, telah tertangkap. Tersangka kelima atau terakhir tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Pelaku yang tewas adalah KV (42), petani asal Dusun IV Parit 5, Sungai Bungin, Desa Penuguan, Pulau Rimau, Banyuasin. Dia ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang setelah empat rekannya ditangkap polisi.

Penangkapan berawal dari informasi bahwa pelaku bersembunyi di sebuah pondok sawah di Dusun Sungai Keladi, Desa Rimau Sungsang, Banyuasin II, Selasa (1/11) pagi. Petugas menuju lokasi dan benar mendapati pelaku.

Saat dilakukan penggerebekan, pelaku melepaskan tembakan ke arah petugas. Alhasil, terjadilah baku tembak antara pelaku dan polisi.

Pelaku akhirnya terkena tembakan di bagian vital dan tewas di tempat. Untuk keperluan pemeriksaan forensik, mayat pelaku dibawa ke kamar mayat RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

Polisi Sita Sepucuk Senjata Api

Kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Harry Dinar mengungkapkan, pelaku merupakan tersangka terakhir yang menjadi buronan atas tewasnya pasutri SN (55) dan SR (49). Sementara empat temannya, yakni YD (43), KAI (49), RS (16), dan MG (37), sedang menjalani pemeriksaan.

"Pelaku KV tewas saat penangkapan, dia menembak petugas tapi tidak kena," ungkap Harry.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sepucuk senjata api rakitan berbentuk revolver dengan gagang putih. Selanjutnya jenazah akan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Motif Dendam

Diketahui, warga Desa Nunggal Sari, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, geger dengan adanya perampokan yang dialami tetangganya. Bahkan, kejahatan itu menyebabkan dua korban tewas.

Korban adalah seorang kepala dusun, SN dan istrinya SR. Keduanya ditemukan tergeletak di atas kasur dengan kondisi tangan dan kaki terikat, Rabu (12/10) pukul 05.00 WIB.

Harry Dinar mengungkapkan, motif perampokan dan pembunuhan adalah soal utang piutang. Salah satu tersangka, yakni YD (43), memiliki utang sebanyak Rp13 juta dan selalu ditagih korban sehingga membuatnya dendam dan merencanakan pembunuhan. Agar ambisinya terwujud, tersangka mengajak empat temannya untuk merampok dan membunuh korban. [yan]