Baku Tembak Tentara Pakistan dan Taliban, 9 Orang Tewas

Merdeka.com - Merdeka.com - Baku tembak terjadi antara kelompok Taliban Pakistan dan militer Pakistan pada Senin lalu. Baku tembak yang membunuh 5 prajurit Pakistan dan 4 militan Taliban itu terjadi di Boyya, wilayah barat laut Pakistan.

Dilansir laman Aljazeera, Selasa (6/9), kelompok militan Taliban Pakistan menuduh militer melanggar perjanjian gencatan senjata. Meski gencatan senjata telah disetujui kedua pihak pada Juni lalu, namun bentrokan masih sering terjadi.

Bentrokan Senin lalu terjadi saat militer Pakistan menggerebek tempat persembunyian Taliban.

"Baku tembak sengit terjadi antara pasukan kita dan teroris," ungkap pernyataan militer Pakistan.

"Empat militan tewas, dan lima tentara, termasuk seorang perwira, mati syahid," lanjut pernyataan itu.

Selasa lalu, komandan Taliban Pakistan mengakui adanya baku tembak antara pasukannya dengan militer Pakistan.

Baginya baku tembak ini adalah itikad buruk pemerintah Pakistan sebab sebelumnya militer Pakistan juga menyerang mereka di enam distrik lain termasuk di Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Komandan Taliban Pakistan mengatakan kepada kantor berita AFP, "pemerintah tidak menghormati komitmennya mengenai gencatan senjata".

Wilayah Utara Waziristan dan bagian-bagian lain barat laut Pakistan adalah basis Taliban Pakistan dan kelompok bersenjata lain. Pemerintah Pakistan berusaha untuk membersihkan wilayah itu. Namun upaya itu justru meningkatkan ketegangan antara Taliban Pakistan dan pemerintah Pakistan.

Ketegangan kembali meningkat sejak Taliban mengambil alih pemerintah Afghanistan tahun lalu. Bentrokan di perbatasan-perbatasan Afghanistan-Pakistan juga sering terjadi, salah satunya adalah serangan udara yang pemerintah Taliban Afghanistan yakin dilakukan oleh pemerintah Pakistan di Provinsi Kunar dan Khost.

Pemerintah Pakistan menganggap Taliban sebagai kelompok teroris.

Berbagai pemberontakan telah dilakukan Taliban Pakistan selama 14 tahun terakhir, seperti pemberontakan agar pemerintah Pakistan menerapkan hukum Islam yang ketat, pembebasan anggota yang ditahan, dan pengurangan keberadaan militer Pakistan di wilayah-wilayah Taliban Pakistan.

Di sisi lain, pemerintah Taliban Afghanistan menginginkan agar Taliban Pakistan membubarkan pasukannya dan menerima konstitusi Pakistan. Taliban Afghanistan juga menginginkan agar Taliban Pakistan memutus hubungannya dengan kelompok militan ISIS.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]