Balai Banjar Sangat Tepat untuk Dorong Aktivitas Produktif Ekonomi Warga Bali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, hadirnya Banjar Creative Space sangat penting untuk membangkitkan industri kreatif di Bali. Saat ini industri pariwisata Bali tengah menghadapi tantangan besar sehingga perlu adanya gebrakan baru.

“Dari banjar harapannya akan muncul produk-produk unggul yang bisa di-scale up untuk didorong masuk ke pasar nasional dan internasional," kata Teten dalam Penandatanganan MoU Dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (31/10/2021).

Teten menyambut baik penggunaan balai banjar di Kabupaten Badung, Bali sebagai aktivitas produktif ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Balai banjar yang biasa digunakan sebagai sentra giat adat-budaya, sosial, dan keagamaan adalah pusat aktivitas masyarakat, sehingga sangat tepat juga dimanfaatkan pula untuk aktivitas produktif ekonomi warga.

Adapun sebanyak 4.600 balai banjar yang terdata di seluruh Provinsi Bali merupakan potensi jejaring infrastruktur dan sumber daya manusia untuk pengembangan UMKM.

Dengan adanya Banjar Creative Space, anak-anak muda kreatif yang ada di banjar dapat memaksimalkan potensi mereka untuk belajar, berlatih, berkreasi, berkolaborasi, dan membangun bisnisnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Transformasi Digital

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Penandatanganan MoU Dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (31/10/2021). (Dok KemenkopUKM)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Penandatanganan MoU Dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (31/10/2021). (Dok KemenkopUKM)

Teten berharap, adanya BCS ini dapat menjadi motor yang mengakselerasi transformasi digital UMKM Badung. Pasalnya, di tengah pandemi dan di era disrupsi digital, kemampuan digital UMKM menjadi sangat krusial untuk dikembangkan.

Disamping itu, Teten menegaskan, perlu ada pendekatan ekosistem dari hulu ke hilir untuk transformasi digital yakni mulai dari pelatihan, pendampingan, factory sharing, pembiayaan, dan akses pasar.

"Saya meyakini ini akan menjadi role model. Ini juga bisa menjadi inspirasi pemanfaatan banjar, pusat aktivitas warga untuk menghadirkan dampak bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Anak Muda

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Penandatanganan MoU Dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (31/10/2021). (Dok KemenkopUKM)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Penandatanganan MoU Dengan Ekosistem Pendukung BCS di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (31/10/2021). (Dok KemenkopUKM)

Selain itu, Teten juga mengundang anak-anak muda kreatif di BCS untuk terus mengembangkan produk UMKM lokal dan nantinya dapat dikolaborasikan dengan Smesco Hub Timur.

"Smesco Hub Timur di ITDC Nusa Dua ini menjadi ikhtiar untuk membantu produk-produk unggul Bali dan Indonesia timur masuk pasar ekspor. Produk berbasis agro, produk khas kesukuan, produk spa dan herbal akan menjadi produk prioritas yang difasilitasi oleh Smesco Hub Timur," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel