Balai Kota Bandung Dikepung Massa Unjuk Rasa

Bandung (ANTARA) - Kawasan Balai Kota dan Kantor DPRD Kota Bandung di Jalan Wastukencana dan Jalan Aceh Kota Bandung dikepung pengunjuk rasa dari kalangan buruh, LSM dan Front Pembela Islam (FPI) dengan tiga tuntutan berbeda, Kamis.

Massa buruh yang tergabung dalam Buruh Bandung Menggugat (BBM) menguasai dan memblokir Jalan Wastukencana Kota Bandung, disusul kemudian massa dari FPI dan LPM Kota Bandung di Jalan Aceh.


Massa Buruh Bandung Menggugat melakukan aksi unjuk rasa menuntut Wali Kota Bandung H Dada Rosada merekomendasikan Upah Minimum Kota (UMK) senilai Rp1.967.629 dengan berdasarkan KHL Rp1,4 juta plus inflasi dan laju pertumbuhan ekonomi dan kenaikan tampak TDL.

"Kebutuhan hidup sudah meningkat, dan selayaknya upah buruh di Kota Bandung Rp2 jutaan," kata Sudradjat salah seorang koordinator Buruh Bandung Menggugat.

Aksi buruh Bandung itu merupakan yang kedua kalinya yang melibatkan massa dalam jumlah cukup besar.

Sedangkan massa lainnya, FPI yang dimotori Anggota Dewan Syuro FPI Jabar Ahmad Nachrowi menuntut agar Wali Kota Bandung mencabut pernyataannya yang akan membubarkan FPI di Bandung.

Selain itu menuntut agar Wali Kota Bandung menegakkan Pergub tentang pembekuan dan penghentian aktivitas Ahmadiyah di Jawa Barat, terutama di Kota Bandung.

Massa pengunjuk rasa ketiga dari Lembaga Kelembagaan Masyarakat (LKM) Kota Bandung yang menolak ditetapkannya Perda Lembaga Kelembagaan Kelurahan (LKK) di Kota Bandung.

Aksi yang dilancarkan tiga kelompok berbeda tuntutan dan tujuan mereka itu membuat sibuk aparat keamanan dan Anggota DPRD Jawa Barat dalam menerima audiensi perwakilan mereka. Namun aspirasi ketiga kelompok pengunjuk rasa di Balai Kota Bandung itu berhasil diakomodasikan dengan menerima perwakilan masing-masing.

Sementara itu aparat dari Polrestabes Bandung melakukan pengamanan di pintu gerbang masuk ke Gedung Balai Kota Bandung itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Akibat aksi massa yang diikuti pemblokiran jalan raya itu mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas di jalur yang mengakses ke Balai Kota Bandung itu. (tp)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.