Balap Liar, Awal Lahirnya Geng Motor

TEMPO.CO, Makassar - Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Makassar, Komisaris Anwar Hasan mengatakan balap liar merupakan salah satu ajang pembentukan geng motor. Mereka menggunakan kegiatan itu untuk merekrut dan mengkader anggota-anggotanya. »Balap liar jadi ajang unjuk diri mereka dan awal dari berbagai kegiatan premanisme,” kata Anwar di kantornya, Rabu 22 Mei 2013.

Seorang pekerja bengkel yang pernah terlibat dalam adu balap liar, Rizal mengatakan kekalahan di balapan memancing dendam antar kelompok motor. Masing-masing kelompok bersaing menjadi yang terbaik di kalangan penikmat balap liar.

Yang merasa tak menerima kekalahannya kemudian memancing keributan menggunakan cara-cara kekerasan. »Namanya juga rata-rata remaja. Gampang sekali terpancing emosinya,” katanya.

Pengalaman itu pernah Rizal beberapa bulan lalu. Saat itu, kelompok-kelompok motor ramai memamerkan kecepatan tunggangannya di jalan Veteran Makassar. Di beberapa kali putaran balapan, kelompok Rizal memenangi lomba. Mereka kemudian merayakan kemenangan dengan berteriak dan beratraksi di hadapan lawannya.

Kebetulan, lawannya saat itu kelompok Mappakkoe, sebuah geng motor yang terlibat sejumlah kasus kriminal. Tak terima kekalahan, kata Rizal, kelompok Mappakkoe melemparkan balok kayu, badik dan busur panah.

Kelompok Rizal dan geng motor Mappakkoe juga sempat saling lempar batu. Hingga akhirnya kelompok Rizal terdesak dan mundur. »Kami dikejar sampai ke bengkel dan mereka melempari pintu dan jendela dengan batu," ujarnya.

AAN PRANATA

Topik terhangat:

Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha |Fathanah

Berita lainnya:

KPK: Nama Priyo Budi Santoso Sudah Dicatat 

Ronaldo Ditawar Rp 12 Triliun, Madrid Ogah Lepas 

SBY Dapat World Statesman Award, Beri 4 Janji

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.