Balapan Liar Tak Beradab Taruhan Wanita Digulung Pemburu Preman

Ezra Sihite, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi berbahaya balapan liar yang banyak digandrungi para pemuda dari berbagai wilayah masih juga terjadi di wilayah Kembangan, Jakarta Barat, Rabu malam, 11 November 2020.

Tak hanya membahayakan diri mereka dan pengguna jalan lain, adanya balap liar tak jarang juga menjadi ajang judi, minuman keras hingga peredaran narkoba, bahkan hadiah taruhan tidak hanya berupa uang, namun juga yang menang bisa tidur dengan seorang wanita muda

Dini hari tadi, Tim Pemburu Preman (TPP) Polres Metro Jakarta Barat membubarkan aksi balapan liar di dekat jalan tol wilayah Puri, Kembangan.

Baik peserta balap liar maupun penonton langsung kocar-kacir melarikan diri saat melihat kedatangan polisi yang mengepung dari dua arah.

Beruntung, masih ada beberapa peserta balap liar yang berhasil tertangkap beserta sepeda motornya yang digunakan untuk balapan liar.

Kasat Samapta Polres Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Rizal mengatakan tidak hanya pelaku balap, sepeda motor yang telah dimodifikasi yang digunakan mereka untuk balap liar juga turut diamankan. Hingga kini, mereka masih dimintai keterangan.

"Total ada tujuh orang yang kami amankan dini hari tadi beserta motornya," ujar Rizal dikonfirmasi, Kamis, 12 November 2020.

Setelah diperiksa, para pelaku balap liar melakukan aksinya dengan taruhan bersama kelompok lain yang mana berdasarkan masing-masing membawa nama bengkel balap liar.

“Jadi masing-masing kelompok balap liar ini kerap janjian dan melakukan taruhan dengan beradu cepat masing-masing sepeda motor dari dua bengkel berbeda. Taruhannya bukan hanya uang, saling ambil sepeda motor hingga bisa kencan dengan wanita muda bagi yang menang,” ujar Rizal.

Rizal mengatakan Tim 2 TPP pimpinan Ipda Ivan Pradipta membubarkan balap liar di sekitar Tol Kembangan atas laporan masyarakat yang resah dengan adanya aksi tersebut.

Diketahui, aksi balap liar di wilayah Kembangan, terutama di jalanan pinggir tol JORR memang kerap terjadi.

Mereka disebut selalu kucing-kucingan dan saling menginformasikan bila melihat adanya keberadaan polisi yang mengarah ke lokasi balapan liar.

Hingga saat ini para tersangka balap liar beserta barang bukti sepeda motor diamankan di Mapolsek Kembangan guna pemeriksaan lebih lanjut.