Bali Democracy Forum Berlangsung, UMKM Jadi Agenda Topik Penting

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Indonesia lewat berbagai kementerian dan lembaga telah melakukan berbagai kebijakan dan dukungan untuk mendorong sektor UMKM bangkit di tengah pandemi COVID-19. Pemulihan ekonomi dilakukan melalui industri pariwisata dan sektor UMKM di daerah.

Upaya membantu UMKM ini dianggap penting untuk mendorong berjalannya kehidupan demokrasi berbangsa dan negara. Hal ini yang menjadi fokus dalam pembahasan Bali Democracy Forum (BDF) tahun 2020.

Salah satu pilar dalam forum BDF ini adalah pilar ekonomi di mana pada penyelenggaraannya tahun lalu menghasilkan komitmen kerja sama antara Kementerian Luar Negeri dengan PT Bank Rakyat Indonesia untuk pengembangan sektor UMKM. Komitmen itu juga melalui pendidikan dan pelatihan kepada negara berkembang.

"Tema yang dibawa untuk pilar ekonomi adalah pemberdayaan UMKM untuk pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan pasca pandemi. Acara ini bertujuan memberi dukungan bagi UMKM Indonesia maupun mitra BDF, untuk bangkit kembali," kata Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kemlu, Agustaviano Sofjan kepada VIVA.

Nantinya dalam forum tersebut akan digelar sharing best practices bagi stakeholders di Indonesia dan negara-negara mitra BDF untuk menghadapi pandemi COVID-19, terutama dalam kebijakan terkait UMKM.

"Tentu ini peluang untuk UMKM kita. Kita juga akan mendengarkan bagaimana best practices di negara-negara mitra BDF. Dalam rangka sharing ini tentu juga akan berupaya bagaimana UMKM yang ada di negara-negara ini bisa saling berbagi pengalaman, ini yang kita harapkan," ujar Agustaviano.

Pilar Ekonomi BDF ini akan digelar pada 5-6 November 2020 secara hybrid dengan lokasi utama di Bali dan secara virtual. Hal ini untuk menjaga kesehatan dan keamanan sesuai protokol kesehatan. Panel akan menampilkan pembicara dari pemerintah, swasta maupun praktisi dari negara-negara di Asia Pasifik.