Bali International Hospital Rampung Akhir 2023, Layani Masyarakat Awal 2024

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) menargetkan Bali International Hospital (BIH) yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali rampung dibangun akhir 2023.

Menggandeng PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor, rumah sakit dengan standar layanan kesehatan berkelas dunia ini direncanakan akan mulai melayani masyarakat pada awal 2024.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pertamedika IHC, Budi Raharjo Legowo menyampaikan, BIH akan hadir sebagai layanan kesehatan berkelas dunia di Indonesia.

Bali International Hospital nantinya akan menyediakan pelayanan berstandar internasional dengan sejumlah layanan unggulan berkualitas tinggi, didukung peralatan kedokteran canggih termutakhir dan konsep perawatan yang holistik.

"Kami terus melakukan percepatan agar penyelesaian pembangunan BIH dapat terealisasi di tahun depan. Koordinasi dengan Mayo Clinic sebagai consulting design juga terus kami lakukan sebagai upaya menyiapkan BIH sesuai dengan standar pelayanan kesehatan internasional," ujarnya, Sabtu (3/12).

Senada Direktur Operasi IHC Mira Dyah Wahyuni mengungkapkan, pembangunan BIH tak lepas dari peran PT Pertamina (Persero) sebagai induk perusahaan IHC yang sejak awal memberikan dukungan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan.

Komitmen PT Pertamina (Persero) tersebut diwujudkan melalui Management Walkthrough (MWT) yang dilakukan Direktorat Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina ke Bali pada Jumat (2/12).

Dia memaparkan, BIH akan memiliki beragam layanan unggulan yang dilengkapi teknologi canggih mulai dari Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterohepatology, Orthopedic, dan layanan lainnya seperti Obstetric Gynecology dan Medical Check Up, yang didukung sumber daya manusia kompeten di bidangnya.

"Dengan mengusung konsep fasilitas yang terintegrasi di KEK Kesehatan, BIH akan berkolaborasi dengan sektor perhotelan dan pariwisata menghadirkan medical tourism untuk menjadi destinasi baru wisata kesehatan dunia," tutur Mira Dyah.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]