Bali Perluas Wilayah Pelaksanaan PPKM Jadi 5 Kabupaten

Ezra Sihite, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Bali memutuskan untuk memperluas wilayah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), menjadi lima wilayah. Hal ini dilakukan sebab ada beberapa wilayah dengan interaksi tinggi, karena aktivitas pariwisata.

Penerapan pembatasan kegiatan di Provinsi Bali seharusnya hanya diterapkan di Kota Denpasar dan Kabupaten badung. Namun pemprov menambah tiga wilayah lain karena termasuk jalur kawasan pariwisata.

"Kami tidak saja dua wilayah ini, ditambah lagi satu jalur sehingga menjadi Badung, Denpasar, Klungkung, Gianyar dan Tabanan sebagai satu wilayah yang berbatasan. Jadi lebih luas dari dua kabupaten menjadi lima," kata Gubernur Bali, Wayan Koster dalam talkshow di YouTube BNPB, Jumat 8 Januari 2021.

Koster juga mengungkapkan Provinsi Bali tidak sepenuhnya mengikuti poin dari ketentuan yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021. Terlebih sejak awal pandemi di Indonesia, Bali belum pernah menerapkan PSBB.

"Yang kami lakukan adalah pembatasan berbasis wilayah yang wilayah itu terjadi banyak kasus, atau ada risiko tinggi, berbasis desa. memetakan per desa. Sehingga menjadi mudah kontrolnya. Jadi hasilnya baik, selama ini tidak membatasi dalam satu wilayah kabupaten atau kota, tapi masuk ke peta berbasis desa," ungkap Koster.

Untuk pelaksanaan PPKM yang akan dilaksanakan mulai 11 hingga 25 Januari 2021, Provinsi Bali juga menetapkan beberapa peraturan yang berbeda.

"Misal perkantoran, dari Mendagri itu 75 persen itu WFH (work from home), kami untuk di kantor 50 persen. Kemudian jam malam untuk mal, swalayan, restoran itu kami jadikan batasan maksimum jam 21.00 karena jam 7 orang baru keluar dari kantor," kata dia.