Bali Relatif Aman dari COVID-19, Wisatawan Mulai Berdatangan

·Bacaan 2 menit

VIVABali tercatat sebagai provinsi yang sukses dalam melawan pandemi COVID-19. Pulau dewata dan daerah wisata itu, sudah terbebas dari zona merah, dan relatif aman dari pandemi COVID-19.

Karena itu, kunjungan orang ke Bali pun meningkat, dan Bali pun sudah berencana menggelar 20 event pariwisata mulai Juni hingga Desember 2021 mendatang. Presiden Jokowi pun memberi apresiasi atas prestasi ini.

"Bali sekarang sudah relatif aman. Penyebaran COVID-19 sudah rendah. Semua unsur jangan lengah, disiplin harus ditingkatkan. Protokol kesehatan mesti dipatuhi. Bali harus dipercaya aman, sehingga orang luar mau berkunjung," kata Gubenur Bali I Wayan Koster, dalam keterangannya, dikutip Selasa 8 Juni 2021.

Untuk itu, I Wayan juga telah mensiapkan tiga zona hijau dengan pola free COVID-19 corridor, yakni Ubud Kabupaten Gianyar, ITDC Nusa Dua dan Sanur Denpasar.

Sedangkan, Wakil Gubenur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, yang akrab disapa Cok Ace, menegaskan, perekonomian Bali akan bangkit dengan meningkatnya orang berkunjung ke Bali.

"Sekarang wisatawan lokal sudah berdatangan, selanjutnya bulan Juli kita bukan pintu untuk wisatawan mancanegara," ujar Cok Ace.

Untuk itu, Wagub Bali itu sangat yakin bahwa tidak lama lagi Bali akan menjadi zona hijau, bersamaan dengan divaksinnya seluruh penduduk Bali, karena sekarang sudah 70 persen yang divaksin.

Meningkatnya jumlah wisatawan ke Bali juga tidak terlepaskan dari bantuan Pemerintah Pusat yang menerapkan program Work From Bali (WFB) sejak Januari lalu.

"Program Work From Bali, terbukti membantu meningkatkan wisatawan berkunjung ke Bali," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, beberapa waktu lalu.

Cok Ace menjelaskan berkat program Work From Bali (WFB) terjadi peningkatan wisatawan ke Bali hingga tiga kali lipat, dari semula 2.000-2.500 kunjungan menjadi 7.000 -7.500 kunjungan. Dan hebatnya, pengunjung bertambah, tapi penyebaran COVID-19 justru berkurang.

Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, Pengprov Bali pun telah berencana menggelar sekurang 20 event pariwisata mulai Juni hingga Desember di tahun ini.

Di antaranya, Ubud Jazz Festival, dan Nusa Dua International Run. Presiden Jokowi sendiri mengisyaratkan akan membuka event pariwisata mancanegara, pada Juli 2021.

"Semua event itu sebagai strategi untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bali mesti kembali ramai, agar perekonomiannya sehat. Karena itu kami akan menjadi tuan rumah yang baik bagi setiap perhelatan, apalagi yang skalanya nasional," kata Cok Ace.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel