Bali Trail Running Challenge Diharapkan Jadi Pemantik Bangkitkan Pariwisata Bali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Denpasar Event para pelari lintas alam (trail run) Bali Trail Run (BTR) Challenge yang seharusnya digelar pada Bulan Desember 2020 ini terpaksa ditunda lantaran pandemi Covid-19. Namun, demi membantu bangkitkan pariwisata di wilayah Kintamani, Bangli dan Bali keseluruhan akhirnya event kembali digelar. Namun, event tersebut terpaksa digelar secara sederhana dengan jumlah peserta terbatas demi mematuhi protokol kesehatan Covid-19 atau mencegah cluster penyebaran baru.

Ketua komunitas Bali Trail Running (BTR), Indah Wardani mengatakan Bali sangat membutuhkan tenaga untuk bangkit, maka event BTR tetap digelar sebagai pemantik wisatawan untuk datang ke Bali. "Kita harus tunjukkan Bali siap menjadi tuan rumah yang baik. Dalam konteks ini walau dalam suasana pandemi Covid-19 Bali tetap bisa menggelar event-event seperti ini (BTR)," kata Indah kepada Liputan6.com, Rabu (16/12/2020).

Menurutnya, alasan event BTR tetap diselenggarakan lantaran Bali yang hanya mengandalkan pariwisata sebagai sektor andalan benar-benar merasakan dampak pandemi Covid-19. "BTR Sebagai komunitas trail run yang anggotanya tersebar di kabupaten dan kota se-Bali merasa tertantang untuk berbuat dan berkontribusi untuk membangkitkan kemBALI sektor pariwisata bali yang selama pandemi yang hampir mati suri," ucap dia.

Penyelenggaraan event BTR Challenge 2020 di Batur, Kintamani, Indah melanjutkan, diharapkan dapat berkontribusi dalam mempromosikan Bali sebagai daerah tujuan wisata kelas dunia. Event BTR Challenge 2020 adalah lari lintas alam sejauh 21 km.

"Kita start dari area parkir Pura Tampurhyang-Batur, melintasi hamparan lava hitam (black lava), mendaki gunung batur 1717 Mdpl dan kembali lagi ke area parkir Pura Tampurhyang Event lari ini cukup manantang," ujar Indah.

BTR Jadi Ajang Promosi Bali Lewat Media Sosial

Jalur Para Pelari BTR di Gunung Batur, Kintamani (Dewi Divianta/Liputan6.com)
Jalur Para Pelari BTR di Gunung Batur, Kintamani (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Ia melanjutkan, meski tetap digelar, event tersebut tak banyak menghadirkan peserta. Selain lantaran pandemi tapi jalur yang harus dilalui para pelari cukup sulit. "Peserta dibatasi hanya 23 pelari dan waktu yang cukup ketat yaitu 3Jam, 45 menit. Selain itu jalur trail yang cukup sulit dan pendakian ke summit Gunung Batur menjelang finish," kata Indah.

Sementara itu, event dengan pemenang BTR Challenge 2020 untuk pria adalah Sacha Roeykens dengan waktu finish 2:15:00 dan pemenang wanita, Silvana dengan waktu finish 3:09:00 itu diharapkan mampu menjadi pendongkrak pariwisata Bali yang tengah terpuruk karena pandemi Covid-19.

"BTR Challenge 2020 adalah event trail run skala kecil di penghujung 2020, tapi gaung event ini diharapkan bisa didengar sampai keluar Indonesia , terlebih peserta kita juga banyak dari orang asing yang tinggal di bali dan mereka pasti akan upload event BTR Challenge di media sosial mereka masing-masing," ucap Indah meungkasi.