Bali United Kantongi Pendapatan Rp 35,43 Miliar pada Semester I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) mencatat kinerja beragam pada semester I 2021. Perseroan mencatat pendapatan turun, tetapi mencetak laba bersih pada enam bulan pertama 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/8/2021), PT Bali Bintang Sejahtera Tbk mencatat pendapatan Rp 35,43 miliar pada semester I 2021. Realisasi pendapatan itu turun 22,71 persen pada periode sama tahun sebelumnya Rp 45,84 miliar.

Rincian pendapatan itu antara lain dari manajemen klub komersial turun tajam dari Rp 36,94 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 7,30 miliar pada semester I 2021. Kontribusi turun dari Rp 1,04 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 885 juta pada semester I 2021. Pertandingan tercatat tidak ada kontribusi pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 606,15 juta.

Dari sponsor, kontribusi pendapatannya turun dari Rp 5,99 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 4,64 miliar pada semester I 2021. Dari live vide streaming dan rekanan video, ia peroleh konstribusi dari per Rp 17,22 miliar pada 30 Juni 2021 dari periode sama tahun sebelumnya nihil.

Sedangkan pada pos pendapatan lainnya naik darI Rp 1,26 miliar pada semester I 2020 menjadi Rp 5,17 miliar pada semester I 2021.

Beban operasi turun dari Rp 80,54 miliar pada semester I 2020. Realisasi beban operasi pada semester I menjadi Rp 67,04 miliar.

Perseroan mencatat pendapatan keuangan naik 567,41 persen menjadi Rp 111,50 miliar pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,70 miliar. Beban keuangan naik menjadi Rp 258,30 juta pada semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 562,77 juta.

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak dari rugi Rp 12,51miliar pada semester I 2020 menjadi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 72,09 miliar pada semester I 2021. Pada periode semester I 2020 BEI, perseroan mencatat rugi kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 12,18 miliar.

Dengan demikian laba (rugi) per saham menjadi positif 12,02 sedangkan dari periode sama tahun sebelumnya rugi 2,09.

Total Liabilitas

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Lukas Blazek)

Perseroan mencatat liabilitas dari Rp 79,22 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp 79,23 miliar. Total ekuitas naik dari Rp 470,83 miliar pada Desember 2020 menjadi Rp 540,10 miliar.

Total aset naik dari Rp 619,33 miliar pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 619,33 miliar hingga Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 550,06 miliar.Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 140,12 miliar pada 30 Juni 2021 dari periode Desember 2020 sebesar Rp 176,22 miliar.

Pada penutupan perdagangan Senin,30 Agustus 2021, saham BOLA stagnan di posisi Rp 820. Pada pembukaan perdagangan, saham BOLA naik lima poin ke posisi Rp 825 per saham.

Saham BOLA berada di level tertinggi Rp 870 dan terendah Rp 800 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.237 kali dengan volume perdagangan 196.640. Nilai transaksi Rp 16,5 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel