Baliho Habib Rizieq Masih Banyak Terpasang di Jakarta Barat

Daurina Lestari, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVABaliho Habib Rizieq Shihab masih bertebaran di kawasan Rawa belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat 20 November 2020.

Pantauan di lokasi sedikitnya ada tujuh poster maupun baliho yang terpasang tepat di pertigaan Palmerah-Rawa Belong ini. Lokasi Baliho berada tepat di atas trotoar jalan dari Palmerah menuju Permata Hijau.

Bertulis sedikit provokatif dengan warna merah, spanduk mengajak masyarakat menyambut kedatangan Habib Rizieq.

Baca juga: Diperiksa 7 Jam Soal Acara Habib Rizieq, Ridwan Kamil Minta Maaf

Warga sekitar, Romli (37) mengatakan sudah dua minggu lebih baliho ini terpasang di kawasan ini. Kala itu, sejumlah orang dari ormas tampak memasang. “Mereka sebelumnya mencopot baliho salah satu anggota DPR RI,” ujarnya.

Romli sendiri mengaku tak mempermasalahkan adanya baliho itu. Menurutnya, asalkan tak terpasang di jalan, maka baliho tak mengganggu. “Kalau tulisannya, saya enggan komentar deh,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pangdam Jaya, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman, mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk menurunkan baliho Habib Rizieq. Sebab, lanjut Dudung, Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta beberapa kali berusaha mencopot baliho itu, tapi selalu gagal. Massa FPI dinilai nekat memasang baliho itu lagi.

"Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Jadi saya perintahkan anggota TNI yang turunkan," ujar Dudung.

Ia menegaskan, sejumlah pria berbaju loreng yang mencopot baliho Habib Rizieq adalah anggota Garnisun. Pencopotan ini dilakukan sebagai penertiban terhadap atribut yang dipasang di area publik.

Pangdam pun menegaskan, seluruh warga negara Indonesia dari kelompok mana pun harus taat dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dudung kemudian memberikan ultimatum kepada kelompok ormas Islam agar tidak membuat gaduh keamanan dan ketertiban di Ibu Kota Jakarta, yang saat ini sudah aman dengan melakukan upaya memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya peringatkan dan saya tidak akan segan-segan menindak keras yang coba mengganggu persatuan dan kesatuan karena merasa mewakili umat Islam. Tidak semua, banyak umat Islam yang berucap baik, bertingkah laku baik," ujar Pangdam Jaya.