Baliho Puan Banyak Terpasang, Pengamat: Ingin Naikkan Popularitas

·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyaknya baliho yang terpasang di berbagai daerah bergambar wajah Ketua DPR Puan Maharani menjadi sorotan masyarakat. Padahal kontestasi Pilpres masih akan digelar pada tahun 2024 mendatang.

Pengamat politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan, salah satu alasan maraknya baliho Puan dan sejumlah tokoh politik lainnya adalah karena untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas 2024 yang akan datang.

"Tarikan untuk popularitas dan elektabilitas 2024 yang akan datang. Saya kira inilah penjelasan paling utama mengapa para politisi, di antaranya adalah Puan Maharani, seperti berlomba-lomba untuk memasang baliho atau spanduk, bahkan kala pandemi masih berlanjut dan bahkan bergelora," kata Ray Rangkuti kepada wartawan, Senin 2 Agustus 2021.

Ray mengatakan, khusus untuk Puan, saat ini sudah terlalu jauh jaraknya dengan nama-nama sejumlah tokoh yang kuat dijadikan Capres psda 2024. Puan masih kalah baik dari aspek popularitas apalagi elektabilitas.

"Puan bahkan belum menginjak ke angka 3 persen dari segi elektabilitas. Tertinggal dua digit dari pesaingnya, yang umumnya justru bukan datang dari elit parpol," kata Ray.

Karena itu lah, jika Puan tidak melakukan sesuatu dari sekarang, tentu tingkat popularitas dan elektabikitas akan tertinggal semakin jauh. Dalm hal ini Puan memperbanyak baliho untuk meningkatkan popularitasnya tersebut.

Ray menambahkan, memasang baliho dengan jumlah banyak dalam kondisi seperti ini merupakan tindakan yang kurang bijak. Sebab terkesan tidak memiliki empati terhadap kondisi sulit saat ini.

"Saya sendiri tidak dalam posisi memahami penyebaran spanduk atau baliho para capres ini. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang, jelas tindakan itu kurang etis dan memperlihatkan keminiman empati," ujarnya.

Baca juga: Heboh Ade Armando Bahas Agama Anthony Ginting

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel