Balik dari Mudik, Puluhan Warga Cengkareng di Swab, Hasilnya?

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 12 orang yang kembali ke Jakarta usai melakukan aktivitas mudik lebaran Idul Fitri 1442 H, harus dites swab antigen. Untuk menghindari mereka tertular virus tersebut sekembali dari kampung halamannya.

Adapun 12 orang itu adalah warga Cengkareng Jakarta Barat. Mereka di cegat petugas di posko swab antigen wilayah Cengkareng, Senin 17 Mei 2021.

Para warga Cengkareng yang ketahuan mudik tersebut, kemudian dilakukan tes. Tes swab antigen ini diberikan secara gratis terhadap warga yang kembali dari mudik.

Baca juga: Menhub Minta Penyekatan Arus Balik Lebaran Sampai 24 Mei

Kapolsek Cengkareng, Kompol Egman menjelaskan posko itu didirikan berdasarkan perintah dari Mapolres Metro Jakarta barat. Hal itu tidak lain adalah untuk mencegah masuknya virus COVID-19 ke wilayah Cengkareng dan sekitarnya.

"Kami memberikan fasilitas swab test antigen ini gratis kepada warga sebagai bentuk kepedulian kami Polri untuk masyarakat dalam menekan penyebaran wabah virus COVID-19 di wilayah " ujar Egman, Senin 17 Mei 2021.

Egman mengatakan, untuk pelaksanaan melakukan tes swab antigen tersebut, pihaknya bekerja sama dengan tenaga medis Bidan Nike.

Sedangkan pendataan ulang dilakukan oleh satuan Bhabinkamtibmas dibantu ketua RT dan RW setempat.

"Untuk memastikan kedua warga tersebut adalah sebagian dari pemudik yang baru datang, maka keduanya terlebih dulu didata oleh Bhabinkamtibmas dibantu ketua RT dan RW setempat," ujarnya.

Adapun hasil tes dan tersebut, 12 warga itu hasilnya negatif. Sehingga mereka di persilahkan pulang ke rumah masing-masing oleh petugas.

Untuk warga yang sempat mudik dan kini sudah kembali, diimbau segera melakukan swab antigen guna mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Dengan menjalankan swab antigen maka kita termasuk sudah melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyebaran COVID-19," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel