Balita Korban Pemukulan di Tangerang Disebut Meninggal, Ini Faktanya

Bayu Nugraha, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVABalita berusia dua tahun yang menjadi korban pemukulan ASD (27), dikabarkan meninggal dunia. Bahkan, informasi tersebut viral di sejumlah media sosial.

Adanya hal ini, Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menegaskan, bila informasi tersebut tidak benar, hoaks atau berita bohong.

"Itu tidak benar, saat ini anaknya (korban) sehat," katanya, Rabu, 17 Maret 2017.

Lanjut dia, saat ini korban pun masih menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit swasta dan tengah menunggu jadwal CT Scan.

"Korban masih kami dampingi terus untuk proses perawatan medis hingga penyembuhannya. Bahkan, saat ini sedang menunggu jadwal CT Scan," ujarnya.

Hal itu dikarenakan, korban mengalami memar dibagian perut dan dada usai mendapat 25 kali pukulan dari pelaku.

Diketahui, peristiwa pemukulan itu terjadi pada 28 Februari 2021 di kediaman pelaku Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, dimana korban tengah bersama pelaku yang tidak lain adalah kekasih dari bibi korban.

Kini, kasus tersebut masih terus dalam penyelidikan polisi. Sementara ASD telah diamankan pada 15 Maret 2021 pukul 17.00 WIB dikediamannya. Atas perbuatannya, ASD dikenakan Pasal 80 ayat 1 ayat 2 Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan ancaman 5 tahun penjara.

Baca juga: Polisi Ungkap Motif Tersangka Penganiayaan Balita di Tangerang