Balita Rentan Masukan Benda Asing di Hidung, Ini Bahayanya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Anak balita biasanya masih sangat suka bermain dan mengeskplorasi tubuh sebagai bagian dari proses belajarnya. Meski memberi manfaat baik, namun ini juga bisa menjadi bahaya yang tak disadari lantaran benda asing rentan dimasukan ke bagian-bagian tubuhnya.

Dokter spesialis tenggorok, hidung, dan telinga, dr. Fairuz Balfaz, Sp.THT, mengatakan bahwa rasa ingin tahu anak yang sangat besar membuatnya kerap memasukan benda asing ke bagian tubuh. Dari pengalamannya, area tubuh yang kerap menjadi sasaran anak adalah hidung.

"Paling sering di hidung. Benda asing paling sering itu manik. Tapi benda lainnya yang organik maupun anorganik juga bisa masuk," katanya dalam acara Hidup Sehat, TvOne.

Benda organik sendiri mencakup makhluk hidup seperti lalat, serangga, hingga kecoa. Sementara, benda anorganik seperti mainan, manik-manik, dan batre. Bisa juga, berupa kacang tanah, tisu, kertas, hingga bungkus permen.

"Paling berbahaya itu baterai jam karena ada zat kimia dan bisa merusak jaringan di sekitar hidung. Kalau dipaksa masuk terlalu dalam, juga bisa rusak sekat antara hidung," tuturnya.

Sementara untuk telinga, biasanya benda yang masuk berupa beras, biji-bijian, hingga mainan kecil. Di bagian tenggorokan, dua benda paling sering adalah duri ikan dan koin.

Lantas, apa bahayanya?

Pada benda asing yang masuk ke hidung, khawatir dapat masuk ke dalam saluran napas atas, bahkan ke bagian bawah seperti paru-paru. Hal ini cenderung memicu mimisan atau jaringan di sekitarnya rusak. Sama halnya apabila benda asing masuk ke telinga, dapat mencederai gendang telinga sehingga pendengaran kurang baik.

"Kalau tenggorokan, benda asing yang tertelan dan tersangkut, buruknya dapat menyumbat jalan napas dan anak seketika bisa biru, bisa timbul kematian," kata dia.

Tanda awal

Tanda awal yang patut diwaspadai orang tua, terutama pada anak yang belum mampu mengungkapkan dengan baik, bisa dilihat dari adanya infeksi yang mungkin timbul di area hidung atau telinga. Aroma kurang sedap juga biasanya timbul lantaran infeksi tersebut.

Di hidung, biasanya anak mengalami pilek satu sisi dan aroma hidungnya kurang enak. Sementara tanda di tenggorokan yaitu kerap ngeces dan tak mau makan, serta cenderung uring-uringan.

Pertolongan pertama

"Tidak panik agar orangtua bisa berpikir jernih akan langkah yang harus dilakukan," ujarnya.

Untuk di hidung, tidak melakukan teknik apapun karena khawatir malah mendorongnya masuk terlalu dalam, bahkan ke paru-paru. Sementara di tenggorokan, pastikan anak masih bisa bernapas dan tengadahkan anak untuk melihat benda asing tersebut.

"Paling utama adalah selamatkan jalan nafas anak. Kalau di tenggorokan masih terlihat, ambil benda asingnya pakai jari," kata dia.

Kalau masih tak bisa keluar, lakukan langkah heimlich maneuver, yakni dengan mendorong bagian perut secara kuat agar benda asing keluar lewat jalan napas. Anak bisa dilakukan sambil tengkurap atau menggendongnya dari depan sambil menekan perut atau bagian ulu hati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel