Balita yang Terpental saat Helikopter Hard Landing di Timika Ditemukan Tewas

Merdeka.com - Merdeka.com - Setelah upaya pencarian selama dua hari (Rabu-Kamis), Tim SAR gabungan Basarnas Timika, TNI-Polri dan PT Freeport, akhirnya menemukan jasad balita bernama Kidelis (5), Kamis (9/6). Kidelis diketahui merupakan korban yang dikabarkan hilang saat insiden hard landing (pendaratan keras) Helicopter PK-DAR milik PT Derazona Air Service di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (8/6).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal membenarkan penemuan korban tersebut. Kamal menjelaskan, pencarian oleh Tim SAR gabungan dimulai sekitar pukul 09.35 WIT. Tim berangkat dari Bandara Baru Mozes Kilangin menggunakan heli TNI AU menuju lokasi jatuhnya heli.

"Jadi, korban Kidelis berusia 5 tahun ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Kamal, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/6).

Tim SAR tiba di Helipad Lanud YKU pada pukul 15.33 WIT, selanjutnya jenazah korban langsung dievakusi ke RSUD Mimika.

Sebelumnya diberitakan Helikopter PK-DAR milik PT. Derazona Air Service yang dijadikan Puskesmas Keliling Pemkab Mimika, mengalami crash di Distrik Jila, Kabupaten Mimika pada Rabu (8/6). Dalam insiden tersebut, satu balita dikabarkan hilang.

Kamal mengatakan, kronologi pendaratan darurat helikopter berawal saat tim medis mendapat informasi ibu hamil yang membutuhkan pertolongan medis untuk bersalin di Distrik Jila.

"Jadi helikopter tersebut diberangkatkan dari Puspen pukul 08.15 WIT, dan sampai di Distrik Jila pada pukul 08.40 WIT. Dalam helikopter itu mengangkut 11 orang terdiri dari 3 kru pesawat, 5 orang penumpang dan 3 tim medis," ujar Kamal.

Helikopter pun diberangkatkan dari Jila menuju ke Timika pada pukul 09.00 WIT, dan diperkirakan tiba dalam waktu 15 menit. Namun, sambung Kamal, hingga pukul 09.25 WIT Puskesmas Mimika belum juga mendapatkan laporan, sehingga pihak Puskesmas berkoordinasi dengan Tim SAR, Polres Mimika, Kodim, dan TNI AU setempat.

Setibanya di TKP, Tim SAR gabungan mengevakuasi para korban ke Timika untuk dilakukan penanganan medis. Tim SAR yang melakukan evakuasi tiba di Timika pada pukul 16.30 WIT.

"Tadi setelah dilakukan evakuasi terhadap 11 penumpang terdiri dari 3 kru, 3 tim medis dan 5 orang sekeluarga, tetapi ternyata satu orang anak kecil berumur 2-3 tahun belum ditemukan," beber Kamal. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel